Kamu tau kenapa aku lebih memilih puisi ?
Karena hanya kepadanya aku bisa menggoreskan rahasiaku mengenaimu...
Ya, kepadanya aku bisa tidak berahasia...
Kepadanya, Jujur
Sayangnya, Tidak kepadamu
Kepadanya aku bisa mengenali apa artinya sepi
Kepadanya bisa kuterima, lalu kurengkuh sebuah sunyi
Kepadanya, kusadari menjerit pun hatimu tuli...
Kepadanya kubiarkan jatuh air mata Yang tak pernah kubiarkan kamu untuk melihatnya...
Kepadanya aku mampu menerima bahwa salah bukanlah kepunyaanmu...
Kepadanya aku mampu mangaku kalau aku tidak mampu mengubah duniaku...
Namun aku mampu mengizinkan diriku untuk biarkan merajut mimpi dan merayu khayalan...
Kamu dan aku dalam pararel duniaku...
Kepadanya kubisikan arti cinta...
Dan kutitipkan kelabu doa-doaku...
Kepadanya aku meratap harap suatu saat nanti hatimu mengerti pada akhirnya...
Ternyata, ia cukup merindukanku untuk menggerakkanmu kepadaku...
Dan kepadanya aku bocorkan rahasia ragaku terpasung
Namun egois asa ingin kupasung
Hatimu, kepunyaanku...
-r.n-
KAMU SEDANG MEMBACA
PERIHAL RASA (PUISI)
PoesíaSebuah makna rasa lewat bahasa yang tak pernah disampaikan kepada salah satu seorang diantara banyaknya pembaca.
