"Secangkir Kopi"

214 15 0
                                        

Sepertinya menghirup secangkir kopi memanglah pilihan yang tepat...
Menjadi teman ketika hati sedang berantakan...
Pahit yang membekas seakan mengerti bagaimana rasanya dirasuki cemas...

Aku masih terduduk sendiri dikursi halusinasi serta ditemani hangatnya secangkir kopi...
Bermejakan kenyataan paling menyakitkan...
Sembari merasakan hangatnya kopi yang merasuk kedalam ulu hati yang tak berpenghuni...

Didalamnya nurani dan logika sedang bergerilya...
Tak ada gencatan senjata, Keduanya justru membuat ruangan kian berantakan...
Kedamaian hening, sedangkan sepi semakin terdengar nyaring...

Kopi pun mulai dingin...
Tak ada tanda tanda bahwa resah itu hendak berpindah...
Bahkan pekat berkembang dengan pesat...

Tuan, mengapa mencintaimu harus ditumbuhi banyak pertanyaan?
Sungguh semuanya sangat terasa menyakitkan...

-r.n-

PERIHAL RASA (PUISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang