Senyumku kau tangkis
Kata maaf ku kau tepis
Miris
Hanya karena sekali lagi setelah sekian lama oponiku kembali mengiris
Bahkan kau menangis
Menyudutkanku atas air matamu
Yang tak sepenuhnya terurai oleh sikapku
Semoga pemikiranmu segera lurus
Hingga tak ada lagi orang yang akan kau gerus
Menyalahkan mereka
Untuk memenangkan opini lempar kata
Cukup saja egomu berhenti disini
Sudah cukup beberapa dari kami yang kau hakimi
Kuharap dimasa depan hatimu melebur
Bukan justru sikapmu sendiri yang akan membuatmu hancur
KAMU SEDANG MEMBACA
Ringkas rasa
Puisiaku tidak pandai bercerita, pun berkata. perihal rasa, aku hanya bisa membaginya lewat pena. aku juga mudah lelah menulis cerita tanpa ada ujungnya, hingga ku ubah dalam simpulan kata, barangkali membuat kalian bertanya, apa maksudnya? dia gila? m...
