Aku kembali kemari
Tanpa sengaja kompas menuntunku kesini
Ingatan lama kembali memenuhi gambar diri
Mengunci hati, menghitamkan pandangan
Mataku tertutup
Kakiku tetus maju enggan mengatup
Alih-alih takut
Justru akulah yang menenggelamkan diri dalam kalut
Aku sampai dibibir danau
Otakku memberi perintah untuk duduk
Dalam air kakiku mengaduk
Mengoyak ingatan yang lama kutinggalkan
Tak kulempar kata menyalahkan dalam ingatan
Sejatinya, akulah yang memilih
Memilih untuk kembali menilik goresan
Yang tak seharusnya kulakukan
Sekarang, aku mengerti
Masa lampau boleh saja dikunjungi
Tapi bukan untuk kembali diadili
Lalu kenapa aku kemari?
Ada rasa yang belum usai
Akulah yang selama ini belum menerima jabat tangan "damai"
Karena ada beberapa duka yang masih ingin ku urai
020320
KAMU SEDANG MEMBACA
Ringkas rasa
Puisiaku tidak pandai bercerita, pun berkata. perihal rasa, aku hanya bisa membaginya lewat pena. aku juga mudah lelah menulis cerita tanpa ada ujungnya, hingga ku ubah dalam simpulan kata, barangkali membuat kalian bertanya, apa maksudnya? dia gila? m...
