13 November 2019

28 1 0
                                        

Hay?
Harusnya tulisan ini kutulis semalam.
Tapi tak sempat.
Bukan,
Lebih tepatnya belum siap.

Karna setiap aku menulis,
Aku terus terbayang lagi.
Saat tepat didepan mata ku kau duduk bersebelahan dengannya.

Kau tahu betapa terkikisnya hatiku saat itu?

Mataku sungguh perih.
Aku hampir tak kuasa menahan air mata.
Belum lagi saat kau tertawa,
Aku tak tau harus bahagia atau menduka.

Sebab,
Dari awal bahagia mu prioritas ku
Tapi jika kau berbahagia dengannya,
Lalu aku harus apa?

Munafik bila kukatakan aku tidak cemburu.
Tapi jujur, melihat tawamu saat itu aku tenang.
Aneh, kan?
Iya.

1 Week With You. [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang