29 January 2020

27 1 0
                                        

Satu-satunya alasan ku kembali mengetik di cerita ini hanya karna sekarang aku tak punya wadah untuk menyampaikan sesuatu padamu.

Kau tahu hubungan kita sangat mengerikan sekarang. Bahkan tak pernah kuduga akan menjadi se menyeramkan ini.

Seperti yang pernah kubilang sebelumnya, aku tak pernah menyesal pernah mencintai dan sedekat itu dengan mu. Penyesalan terbesarku saat ini hanyalah kenapa kita harus bertengkar hebat?

Sampai sekarang aku tak tahu apa alasan kamu sampai membenci ku sebegininya.

Sumpah, sedikit pun tidak tertanam rasa benci di benakku untukmu. Setelah apa yg sudah terjadi diantara kita.

Mungkin ini satu-satunya cara untuk berkomunikasi padamu.

Aku bertemu dengan mantanmu karna dia yang mengajak ku, memberi tahu ku segala yang tidak ku tahu dan bertanya padaku segala yang dia ingin tahu.

Aku menghampiri mu untuk bicara hari itu karna dia juga mengajakku. Dia bilang masalah ini harus segera selesai. Ada benarnya, untuk apa terus-terusan seperti ini? Pikirku saat itu. Itu kenapa aku mau diajak menghampirimu walau yang kudapat penolakan yang jahat.

Dan soal kejadian barusan, aku tidak tau kenapa kita bisa dipertemukan lagi di sebuah angkutan umum. Aku benar-benar ingin menjadi debu seketika. Aku ingin menghilang tanpa harus bertatap wajah lagi denganmu. Tadi, aku melihat tasmu yang dibiarkan terbuka dan tempat pensil mu yang nyaris jatuh. Aku memanggil mu hanya untuk memberi tahu itu. Bukan maksud lain. Niatku baik. Tapi, kamu masih terus mengabaikan ku. Tak apa, aku juga tidak berharap kamu kembali perduli.

Jujur, di setiap sujud terakhir dalam sholatku selalu ku selipkan namamu. Tentang kesehatan,kesuksesan,dan juga kebahagiaan untukmu. Itu sudah menjadi kebiasaan bagiku.

Semoga suatu saat kita segera pulih.

Segera kembali baik-baik saja.

Semoga.

1 Week With You. [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang