happy reading bredt !
Hari ini Lisa mengantar Jiyoung ke bandara untuk pulang ke Thailand. Jiyoung sudah berusaha untuk membujuk Lisa kembali ke Thailand, namun Jiyoung tidak berhasiil dan terpaksa Jiyoung pulang dengan tangan kosong.
Jiyoung menatap dalam mata Lisa, yang ditatapnya pun membuang mukanya karena dia tahu kalau air matanya akan jatuh. Jiyoung memegang lengan Lisa, "Jangan menangis, aku tidak akan marah padamu."
Air mata yang daritadi Lisa bendung pun akhirnya roboh, air mata Lisa seperti lomba jatuh dari matanya. Lisa memeluk erat tubuh Jiyoung, "Mianhae oppa, mianhae."
Jiyoung mengelus punggung Lisa, "Tidak apa-apa lis, ini keputusanmu," ucap Jiyoung sambil melepaskan pelukannya.
"Tapi jika aku boleh jujur, aku kecewa dengan keputusanmu," wajah Jiyoung jelas menunjukkan bahwa dia kecewa dengan Lisa.
"Mianhae oppa," Lisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Jiyoung menarik tubuh Lisa untuk dipeluknya, "Sudah tidak perlu menangis lagi, tapi jika kau ada apa-apa disini, aku tidak bertanggung jawab."
"Oppa," Lisa merengek.
Jiyoung menghapus sisa air mata yang ada diwajah Lisa, "Berhenti menangis, dan jaga dirimu, aku pamit dulu."
Jiyoung pergi tanpa mencium pipi adik sepupu tersayangnya itu, dulu, jika mereka akan berpisah Jiyoung akan mencium pipi atau kening Lisa meskipun mereka sudah dewasa.
"Oppa!" Lisa meneriaki Jiyoung, lalu Jiyoung menengok ke arah Lisa dan mengerutkan alisnya untuk menandakan 'apa'.
"Kau tidak menciumku op," belum selesai melanjutkan omongannya, Lisa sudah lebih dahulu menangis.
Jiyoung hanya menatapnya dan melambaikan tangannya. Sehun yang melihat Lisa lemah seperti itu pun tidak tega, Sehun menghampiri Lisa dan menggandeng tangan Lisa.
"Ayo kita pulang," ajak Sehun, namun Lisa menolak dengan cara menggeleng dan memaku dirinya dilantai yang sedang ia injak sekarang.
Sehun menghela nafas berat, "Keras kepala sekali," Sehun terpaksa mengangkat tubuh Lisa untuk digendongnya, dan lalu Sehun membawa Lisa ke mobilnya untuk pulang.
Didalam perjalanan Lisa hanya terdiam dan menatap jalanan yang sepi. Beda dengan Sehun, Sehun sedang melakukan aksi goyangnya untuk menghibur Lisa namun yang dihiburnya tidak menghiraukan Sehun.
"Yak lisa, bisakah kau melihatku dan tersenyum?" ucap Sehun dengan nada memelas.
Lisa lalu menatap datar Sehun, "Lis setidaknya jangan kacangi aku. Jika kau tidak suka melihatku seperti ini, kau bisa bilang 'Sehunnie hentikan kelakuanmu' " Sehun mengganti nada omongannya di akhir kalimat.
Akhirnya Lisa tersenyum, walau sedikit, "Terimakasih Sehunnie." ucap Lisa dengan senyumannya.
Sehun tersenyum dan mengangguk, "Samasama nona cengeng"
Lisa menatap tajam Sehun saat Sehun menghina nya, "Kau menyebalkan Sehun!!!" rengek Lisa.
Di dalam perjalanan, Sehun dan Lisa bergurau, mengobrol, hingga Lisa tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different women (HUNLIS)
Storie d'amoreDisaat wanita lain ingin mendekatiku karena hartaku beda hal nya dengan wanita satu ini.
