Tightrope

3.7K 512 111
                                    

"Pak, nanti kalo ada yang liat gimana? Please, don't make it harder for me."

"Like I said, I'm not letting you go until you tell me what's gotten into you that you never replied any of my messages and calls."

{}



Jungwoo menghela napasnya kasar. Ia pun sedari tadi terus mencoba untuk melepaskan lengannya dari cengkraman tangan Lucas.

"Pak, please? Ok ini salah saya tapi tolong lepasin saya, ini di ruang guru pak." Ucap Jungwoo kesal. Lucas akan terus mencengkram lengan Jungwoo jika saja seorang guru wanita tidak tiba-tiba menginterupsi mereka.

"Selamat siang, pak Lucas. Udah makan belum? Saya belum makan nih, yuk makan bareng pak." Ucap Bu Liaja tiba-tiba. Lucas sontak melepaskan cengkramannya pada lengan Jungwoo. Hal tersebut membuat Jungwoo sengaja dengan cepat melarikan diri dari tempat tersebut.

"Ck, shit." Kesal Lucas.

"Maaf bu, tapi saya tidak lapar. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya, silahkan ibu makan siang tanpa saya, saya harus menyelesaikan perkerjaan saya."

Bu Liaja sontak mengerutkan keningnya dan sontak berjalan menjauh dari Lucas. Well, sebenarnya Bu Liaja memang benar-benar pure mengajak Lucas untuk sekedar makan siang seperti biasanya. Mungkin tidak untuk hari ini. Bu Liaja bukanlah termasuk guru-guru wanita yang suka menggoda Lucas meskipun ia terkenal sebagai pemakan gaji buta.

Selepas kepergian Bu Liaja, Lucas sontak menjambak rambutnya kesal. Ia pusing, apa yang sebenarnya terjadi pada Jungwoo? Jika bukan ia penyebabnya, lantas mengapa anak itu terus-terusan menghindarinya? Lucas ingin menyelesaikan masalah dengan baik-baik jika ada. Well, juga jika Jungwoo bilang semua ini adalah kesalahannya, maka Lucas ingin tau apakah yang telah terjadi kepada anak itu selama ia pergi.

Lucas pun menghela napasnya kasar. Jadi apa yang harus ia lakukan?

{}

Jungwoo telah selesai dengan rapatnya kali ini. Jam pulang sekolah belum berbunyi dan karena Jungwoo malas untuk kembali ke kelas, ia pun memutuskan untuk membantu pihak penyelenggara rangkaian acara lomba basket hari ini.

Well, sejujurnya alasan Jungwoo tidak mau kembali ke kelas adalah karena pikiran Jungwoo sedang tidak tenang. Jika ia kembali ke kelas, maka ia dapat dipastikan akan tidur tapi karena pikirannya tidak tenang, Jungwoo tidak akan bisa tidur jadi sama saja. Lebih baik ia membantu kan?

"Jungwoo, tolong dong cek-cekin bola di ruang olahraga terus itung ya ada 8 atau enggak, kalo ada yang kempes bisa tolong lapor ke bagian perlap si Rowoon." Ucap Yugyeom atau yang akrab dipanggil Yugi kepada Jungwoo.

"Ok."

Jungwoo segera berjalan menuju ruang olahraga untuk melakukan tugas yang diberikan oleh salah satu panitia acara lomba basket tersebut. Sesampainya di depan pintu, bukannya segera masuk Jungwoo malah melamun di depan pintu. Pikirannya seketika melayang ke sesuatu yang sangat-sangat tidak ia inginkan akan terjadi di hari dimana kakaknya itu pulang nanti.

"Woi!" Jungwoo sontak terkejut akibat tepukan yang cukup kencang di bahu kirinya. Ia kemudian menoleh dan menemukan sosok Dikey tengah tersenyum lebar padanya.

"Kaget banget, woo. Kalo mau masuk ya masuk jangan ngelamun aja lo siang-siang." Ucapnya. Jungwoo pun hanya tersenyum kecil kemudian terlebih dahulu masuk ke ruang olahraga diikuti Dikey di belakangnya.

"Lo ngapain di sini?" Tanya Jungwoo.

"Bang Yugi nyuruh gue bantuin lo di sini."

"Bukannya lo tadi disuruh ngecek sound system ya?"

Teacher | Caswoo [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang