Part 10

1.1K 121 14
                                        

Eunji mengeliat, tangannya meraba-
raba tempat di sebelahnya.. kosong.
Dia membuka matanya seketika. Chanyeol tidak ada disana di sampingnya?

Dia meraih ponselnya yang ada di atas
nakas. Pukul tiga dini hari dan Chanyeol
belum juga pulang. Dia mencari kontak
di ponselnya dan segera menghubungi
nomor Chanyeol setelah menemukannya.
Namun, tidak ada jawaban dari
seberang. Dia mengulanginya lagi
namun kembali tidak ada jawaban.
Tidak patah semangat Eunji kembali
menghubungi Chanyeol lagi dan lagi
namun hasilnya tetap sama.

Dengan cemas Eunji bangkit dari
tidurnya dan berjalan ke dapur. Teng-
gorokannya terasa kering dan menyak-
itkan. Eunji menuang air dari dispenser
dan meneguknya hingga tandas.

Pikirannya kembali memikirkan
Chanyeol. Kenapa Chanyeol belum pulang sampai selarut ini? Dan kenapa
dia tidak menjawab telponnya?
Pikiran-pikiran buruk pun mulai
bermunculan di otaknya. Bagaimana
jika terjadi hal buruk pada Chanyeol?

Tidak.. itu tidak mungkin. Eunji
menggelengkan kepala cepat.
Menghalau pikiran buruk yang
bersemayam di otaknya. Dia harus bisa
berpikir dengan baik. Mungkin saja
Chanyeol menginap di apartemen Mark.

Ya.. mungkin Chanyeol menginap
di apartemen Mark. Dia harus
memastikannya. Dia mencari-cari
nomor Mark. Belum sempat dia
menekan tombol panggil. Eunji
segera mengurungkannya. Apakah
dia tidak mengganggu Mark jika
menghubunginya selarut ini?

Tapi dia juga tidak memiliki pilihan
lain. Chanyeol tidak menjawab
panggilannya dan satu-satunya yang
bisa membantu hanya Mark. Dengan
berbagai pertimbangan akhirnya Eunji
memutuskan untuk menghubungi Mark.

Cukup lama Mark menjawab pang-
gilannya hingga suara, "Hallo." yang
terdengar serak khas orang yang baru
bangun tidur terdengar dari seberang.

"Hallo Mark. Maaf aku mengganggumu
malam-malam begini," ucap Eunji
merasa tidak enak.

Hening. Mungkin Mark sedang
memastikan siapa yang menelponnya.
Eunji menunggu jawaban dari Mark
yang tidak berselang lama.

"Oh.. tidak apa-apa, Eunji. Memangnya
ada apa?" jawabnya.

"Aku hanya ingin memastikan apakah
Chanyeol masih di apartemenmu?
Dia belum juga pulang sejak izin ke
apartemenmu tadi. Aku takut terjadi
sesuatu padanya," Tanya Eunji cemas.

Hening kembali. Kali ini cukup
lama Mark terdiam membuat Eunji
semakin cemas. Apakah Chanyeol tidak
ada disana? Pikiran buruk kembali
menghampirinya membuatnya
semakin merasa was-was.

"Hallo, Mark?" panggil Eunji,
memastikan Mark masih disana.

"Ah.. iya Eunji. Kau tenang saja Eunji,
Chanyeol ada disini. Tadi aku memintanya untuk bermalam saja karena malam juga sudah terlalu larut. Kau tidak perlu mencemaskannya. Lebih baik kau segera istirahat. Tidak baik bila
tidur terlalu larut untuk kesehatanmu
juga kandunganmu," Jelas Mark.

Akhirnya Eunji bisa menghela napas
lega, "Syukurlah kalau begitu.
Terimakasih Mark. Maaf sudah
mengganggumu selarut ini. Kau pasti
lelah dan sedang istirahat," Ucap Eunji
penuh sesal.

"Tidak apa-apa Eunji. Aku memang
sedang istirahat tapi kau kan temanku.
Jadi, kau tidak perlu merasa sungkan.
Sudah seharusnya sesama teman saling
membantu."

"Baiklah kalau begitu. Selamat istirahat
dan sekali lagi terimakasih banyak."

"Oke Eunji, kau juga segeralah
istirahat."

Eunji pun mengakhiri panggilannya.
Lagi, dia menghembuskan napas lega
dan kembali ke kamarnya. Sekarang
dia bisa tidur dengan nyenyak setelah
mengetahui keadaan Chanyeol.

Because Our BabyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang