👥3

7K 797 110
                                    

.

.

.

.

.

Minggu💐
Huhu maapkan hibernasi saya didunia orange. Karna didunia nyata saya lagi berpacu, bekerja lembur bagai kuda🐒

New Cover!!!

New Cover!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

👥👥👥


Lalisa terbangun dipagi hari dengan mood yang benar-benar berantakan. Dia baru bisa tertidur subuh setelah pergumulan panas diselingi perdebatan bersama pria menyebalkan yang kini tengah menindih tubuhnya, dalam keadaan telanjang sepertinya.

Dengan susah payah memakai tenaganya yang masih cukup minim dipagi hari, Lalisa berusaha menggeser tubuh 78kg Park Haejin yang menindih tubuh 45kg nya. Setelah usaha yang cukup melelahkan Lalisa akhirnya benar-benar bisa bangkit dari bawah tubuh pria itu, dan berdiri disisi ranjang dengan langkah terseok sambil menatap jengkel pria menyebalkan itu.

Kemarin pria tua itu telah berbohong tentang kedatangan ibunya yang sebenarnya baru akan tiba nanti malam. Dan setelah mereka pulang, Lisa baru bisa tertidur subuh, padahal tubuhnya sudah lelah berlatih diagency semalam. Karna itu moodnya benar-benar jelek sekarang.

Baru kaki jenjangnya akan berbalik, getaran kuat dari ponsel dinakas sisi ranjang mengagetkannya. Matanya menyipit sambil melangkah mendekati nakas itu dan menatap nama serta foto yang muncul dilayar ponsel pemberiannya untuk pria angkuh itu.

Senyuman miringnya tertarik meligat nama dan gambar wanita yang terpampang dilayar ponsel pria itu.

Didudukannya tubuhnya disisi ranjang itu dengan memegang ponsel yang sedang bergetar, melakukan request untuk sebuah video call. Kepala Lalisa memutar menatap pria yang terbaring telanjang diatas ranjang, lalu kembali pada ponsel itu dengan senyum licik layaknya seekor rubah.

"Jika aku mengangkat panggilan ini, wanita manja itu pasti akan bunuh diri melihat pemandanganku dan kekasihnya" Lalisa tertawa polos dengan nada yang dibuat-buat dan langsung menolak panggilan itu.

Namun dirasanya ketidak puasan hanya dengan menolak panggilan dari wanita menyebalkan yang selalu mengata-ngatainya itu. Karna itu dengan senyuman, Lalisa memungut baju dari bawah ranjang raksasa itu dan memakai atasan bertali spageti miliknya. Lalu beralih memakaikan pria yang tertidur diatas ranjang itu sebuah kaos, lalu menarik selimut sebatas pinggang mereka, dan dengan sedikit trik meletakan kamera diatas kepala ranjang serta menarik tangan pria yang tertidur dengan sangat nyenyak--- tentu saja karna kelelehan, dan menaruhnya diatas tubuhnya seolah merengkuhnya dengan erat.

Setelah dirasanya cukup, tangannya bergerak meraih ponsel itu sambil memindahkan tangan pria itu dari atas tubuhnya dan mengotak-atik ponsel milik pria itu.

U'RS (HAEJIN-LISA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang