Jika ingatan layaknya layang layang,
Senjani. Apa kita akan seperti anak anak,
mengejar yang putus, mencari yang hilang,
menginginkan kembali. Seperti anak anak.
Senjani, februari menyimpan satu peristiwa
pada tanggal yang kini telah engkau lupa.
Huruf huruf kapital dunia maya yang
mengawali percumbuan rayu kata kata asmara kita.
Malam yang pernah pasrah dengan
perbincangan kita sampai subuh
mengambil tugasnya. Dingin
memukul kita dan menyebar ke seluruh kamar
namun hangat kata kata menjaga mata kita.
Senjani, engkaulah yang menyuruhku
menjemput tanganmu, kala engkau butuh hangat
sedangkan aku kosong dan memang tak terhuni
kini menjadi salah satu orang yang kaujauhi.
@adiratnasafir
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsip Puisi Tu(a)n
PoesiaBerdoalah, kepada-Nya yang memberimu hati Pun patah- hati yang kausengaja ||Toeanpelaoet Note: Puisi yang saya publish di sini adalah puisi lama yang saya buat. Maksudku puisi yg masih banyak salahnya. Saya simpan disini untuk suatu saat akan d...
