Welcome
"Baby, I love you." Gadis bersurai biru tersebut menatap ke samping --dengan tatapan tidak sukanya. Harus berapa kali kekasih yang begitu jelas sangat dia cintai mengucapkan I Love You padanya? Jujur Kim Lian sudah sangat muak dengan semua ini. Kendati demikian, dirinya mulai bosan dengan kehadiran Mark Tuan di samping nya
Cinta nya jelas masih ada. Kim Lian --teramat jelas sangat mencintai Mark Tuan. Tapi mengapa, rasa bosan mulai mendatangi dirinya tatkala lima tahun lamanya mereka menjalin hubungan. Memang biasa, di dalam sebuah hubungan pasti ada rasa bosan, dan mungkin Lian menemukan suatu hal yang baru hingga membuat dirinya bosan
Menatap Lian aneh, Mark lantas mengernyitkan alisnya. Gadis di samping nya ini menatap Mark dengan bosan nya. "Ada apa dengan tatapan mu itu?"
Sadar akan tatapan nya, Lian lantas mengalihkan pandangannya dari Mark. "Kau yakin tidak akan marah?"
"Baby, untuk apa aku marah?"
"Aku mulai bosan padamu."
Deg --bagai belati yang menusuk hati, Mark Tuan tidak menduga jika Kim Lian mulai bosan padanya. Ada apa dengan hubungan nya kini? Apa Mark tidak berarti lagi bagi gadis itu? Atau mungkin, Lian menemukan pengganti dirinya?
Tersenyum miris, Mark mengalihkan pandangannya dari Lian. "Kau sudah menemukan yang lebih baik ya dari ku?"
Menoleh langsung pada Mark, lantas Liam berdiri dan menatap lelaki itu lekat. "A-aku, ah maafkan aku!" Lian hanya menunduk pasrah, sudah pasti jika cintanya mulai pudar
"Aku mengerti." Mark beranjak dari tempat duduk yang dia duduki --dengan tatapan sedihnya dia berjalan pergi meninggalkan Lian sendiri. Taman yang di kelilingi bunga sakura tersebut menjadi saksi bisu berakhir nya cinta mereka. Terputus nya hubungan cinta yang terjalin lima tahun lamanya
Tetes demi tetes kristal bening di pelupuk mata Lian mulai menetes membasahi pipi manis gadis bersurai biru tersebut. Bukan maksudnya --mengkhianati Mark, bukan maksud dirinya ingin mengakhiri hubungan nya dengan Mark, hanya saja Lian merasa bosan dengan hubungan mereka
"Mark, aku tidak bilang jika aku ingin mengakhiri semuanya. Aku hanya merasa bosan, dan mungkin ini akan bersifat sementara, maafkan aku Mark!" Lirih Lian sendu, tangisan nya tidak tertahan hingga gadis itu kembali duduk dan menutup wajah nya
√
Duduk sendiri di kamar meratapi nasib nya --yang amat sangat terpukul karena putus nya hubungan dirinya dengan sang kekasih. Mark Tuan begitu hancur, hati nya sudah sepenuhnya milik Lian, tapi gadis itu tidak bisa mempertahankan hubungan mereka yang terjalin cukup lama
Mark frustasi, di raihnya sebotol wine di atas nakas kamar nya --dan langsung meneguk habis minuman tersebut. Tidak lagi memikirkan kesehatan dirinya, nyatanya Mark ingin menghilangkan rasa sakit yang menggerogoti dadanya. Mark ingin segala nya hilang untuk malam ini, malam ini saja
Meletakkan kembali botol di tangan nya. Mark lantas tertawa kecil, "Haha, Lian kau sudah membuat hatiku hancur."
Pyarr --melempar botol ke sembarang arah, Mark sudah gila --memang gila karena cinta nya yang teramat sangat sulit. Lian, kekasihnya sudah mulai menyukai orang lain dan mulai menghilangkan rasa sukanya terhadap Mark dengan suatu alasan yang di namakan bosan
Masa bodoh!
Itu hanya modus gadis yang ingin mengakhiri hubungan nya saja. Mark bisa tau segalanya, mungkin di luar sana Lian sudah mempunyai selingkuhan
Ceklek --suara pintu membuat Mark menoleh kesana. Adiknya, Jisung Tuan --berada di ambang pintu dengan tatapan terkejut nya melihat kamar sang kakak yang cukup berantakan. "Ada apa ini, kak?"
"Bukan urusan mu." Tegas nya, membuat Jisung mau tidak mau mengangkat alisnya bingung. Berjalan perlahan --hati hati dengan pecahan botol, Jisung menghampiri ranjang Mark. "Kau kenapa ha?"
Tak menjawab, Mark sepertinya mulai kehilangan kesadaran. "Jawab kak!" Jisung mulai tidak sabaran, namun melihat pipi Mark yang mulai memerah anak itu menyadari akan suatu hal --bahwa kakaknya sedang mabuk
"Kau habis minum ya, astaga!" Jisung menepuk sendiri dahi nya. Melihat pecahan botol di bawah membuat anak itu sadar jika benda pecah tersebut adalah bekas wine. "Bagaimana jika Dorine mom tau ini?" Sesegera mungkin Jisung menidurkan tubuh sang kakak --membawanya terbaring di ranjang nya sendiri
Menatap wajah memerah Mark, Jisung berusaha tenang. "Lian.." Lirih Mark membuat Jisung mengetahui suatu hal jika sang kakak mungkin ada masalah dengan sang kekasih --Kim Lian, entah yang bagaimana masalahnya Jisung belum mengetahui
√
Matahari memancarkan sinarnya. Pagi ini, Mark Tuan membuka matanya. Kepala nya terasa pening, lantas langsung memijat pelipisnya dan kemudian bangkit dari kasur nya
"Kak!!!" Namun karena teriakan yang teramat sangat memecahkan gendang telinga Mark membuat langkah kaki lelaki itu terhenti sejenak. Membalikkan badannya, Mark pun menatap sang adik dengan tajam nya. "Ada apa?"
Nafas Jisung terdengar memburu. "Kak, Lian- Lian!" Jisung masih memaksimalkan oksigen di dirinya. Namun Mark seperti tidak peduli lagi akan apa yang adik nya ucapkan, seperti nya lelaki itu tidak ada hubungan apa apa lagi dengan Lian
Mark lantas kembali melangkah menuju kamar mandi. "Kak! Lian kecelakaan."
Desiran angin yang menerpa permukaan kulit wajah Mark rasanya memanas begitu saja. Membulatkan matanya terkejut akan apa yang terjadi pada sang kekasih. Lantas, Mark kebingungan, akan alam yang tidak sejalan dengan pikiran nya. Tidak percaya apa yang terjadi pun rasanya mustahil bagi lelaki itu. "Apa kau bilang??" Mark kembali menghampiri sang adik
"Ayo antar aku ke rumah sakit tempat dia di rawat." Mark buru buru memakai jaket nya. Meletakkan handuk begitu saja dan menggandeng tangan Jisung, namun anak itu tak melangkah sedikit pun membuat Mark bingung. "Kenapa diam?"
Menunduk takut, Jisung tak berani mengucapkan segalanya. Segala apa yang menimpa Lian, kekasih yang begitu sangat sang kakak cintai. "Li-lian, tidak di temukan."
Mark kembali membulatkan matanya layaknya bola. Apa lagi ini? Lian meninggal dan mayat nya tidak di temukan begitu? Mark tidak bisa menerima ini semua, sangat teramat tidak bisa
Menatap Jisung tajam. "Kau bercanda kan?" Mark menggoyang goyangan tubuh sang adik, namun Jisung nyatanya menggeleng membenarkan segalanya jika dirinya tidak bercanda saat ini
"Tidak mungkin, Lian pasti masih hidup, tidak mungkin!!" Mark mulai kehilangan kendali akan dirinya, menangis tentu saja karena kekasihnya menghilang begitu saja. Mengakhiri hubungan mereka sebelum gadis itu meninggal
Apa ini semua adalah tanda perpisahan terakhir dari Lian?
Mark tidak memikirkan itu sebelumnya. Bahkan, tidak menduga jika Lian akan pergi meninggalkan nya. Mark sangat mencintai nya, untuk kehilangan gadis itu pun rasanya masih sangat menyakitkan bagi Mark
Akankah kisah cintanya berakhir hingga detik ini saja?
Hai chingu, mungkin ini sudah kesekian kalinya aku bikin ff dan cast nya Mark Tuan, tapi selalu gagal yang sebelum sebelum nya karena sedikit peminatnya. Aku harap aku bisa lanjutin cerita ini sampe tamat, mohon dukungan nya yah😘

KAMU SEDANG MEMBACA
𝑊ℎ𝑜 𝐴𝑟𝑒 𝑌𝑜𝑢?
RomanceIni tentang kehadiran seorang gadis yang sangat mirip dengan kekasih nya. Membuat Mark Tuan bertanya 'Siapa kau?'