Bab 3

225 122 92
                                    


KRINNGG

Bel berbunyi, diikuti oleh sorakan siswa siswi Jaya Wijaya Internasional School, Mrs. Angelina yang tadinya sedang menjelaskan terpaksa harus menghentikan aktivitasnya itu.

"Oke Anak anak, pembelajaran kita hari ini cukup sampai disini." Kata nya sambil merapikan buku buku yang berserakan di mejanya.

"Terimakasih Mam" Seru anak anak kompak.

"Sama sama."

Setelah kepergian Mrs. Angelina, Nilam yang memang dari tadi sangat bosan karna penjelasan Mrs. Angelina, menurutnya bagai nyanyian tidur yang dapat membuatnya menguap berkali-kali , bersorak ria ia memperbaiki posisi duduknya dan bersiap-siap untuk memejamkan mata.

Namun; ia tiba tiba mengurungkan niat nya untuk memejamkan mata dan tidur saat ekor matanya menangkap sesosok Genta yang mengambil tas ranselnya dan berjalan keluar kelas, seketika terlintas ide cerdik di benaknya.

"Woy Na, Tal and kawan-kawan gue balik duluan yak" seru Nilam sangat bersemangat lalu mengemasi barang barang yang masih berceceran di bangkunya.

"Yo." sahut Quena singkat.

"Laah Emang lo nggak mau ikut bareng kita kita kerumah Nora, Nil?" Tanya Kristal.

"Nggak dulu deh, nanti kapan kapan aja, gue ada urusan penting" teriak Nilam lalu berjalan dengan terburu buru keluar kelas.

Kristal dan Quena saling melirik dan menautkan alis tanda tak paham, tidak biasa nya Nilam seperti itu, biasanya saat teman temannya hendak pergi ke rumah Nora, maka yang paling pertama bersorak gembira adalah Nilam, namun sekarang? Mungkin Nilam telah dirasuki oleh jin penunggu sekolah.

***

Sementara itu di halaman parkiran SMA Jaya Wijaya terlihat Genta sedang berjalan menyusuri ratusan mobil, tak heran mengapa begitu banyak mobil yang terparkir di halaman tersebut, semua orang tahu bahwa SMA Jaya Wijaya adalah sekolah elite yang dipenuhi oleh siswa siswi kalangan atas, memang ada 0,020% siswa yang bukan dari kalangan atas namun mereka adalah penerima beasiswa yang memiliki kepintaran diatas rata-rata.

Tak butuh waktu lama, Genta dapat menemukan mobil bewarna merah miliknya. Saat ia hendak masuk kedalam mobil miliknya. Sayup sayup ia mendengar suara teriakan orang yang memanggil namanya, yah suara itu terasa begitu familiar di telinganya.

"Gen, Gentaaa tunggu gue, Gentaa!" Suara itu tak lain dan tak bukan adalah suara milik Nilam.

"Eh Nilam, napa Nil? Ngos ngosan gitu" tanya Genta saat Nilam telah berada di hadapannya.

"Capek hosh.. habis lari hosh.. ngejar lo makanya ngos ngosan." kata Nilam sambil berusaha untuk mengatur nafasnya.

"Emang lo ada perlu apa sampe segitu nya ngejar gue?" Tanya Genta.

"Itu mobil gue lagi mogok nggak bisa jalan, gue boleh minta tolong nggak?" Pinta Nilam lalu memperlihatkan puppy eyes andalan miliknya.

"Aduh Nil, gue nggak bisa perbaikin mobil lo, nggak tau gue soal gitu gituan, belum ada pengalaman." Kata Genta. "Sory yah Nil."

"Bukan gitu, maksud gue lo bisa nggak antar gue pulang?"

"Lah emang si Quena ma si Kristal kemana? Nggak bareng lo?"

"Quena sama Kristal lagi ada urusan, nggak enak gue kalo minta tolong terus ma mereka berdua."

Genta memandang iba temannya satu ini. "Yaudah, biar gue yang antar lo"

Happy Or Sad EndingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang