Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jika Dilan dan Milea mengukir cerita mereka bersama di Kota Bandung, maka berbeda dengan Arlan dan Aelsya yang mengukir kisah mereka di Kota Malang.
Malang, bagi Arlan dan Aelsya kota ini tak hanya punya jutaan pesona, tetapi juga banyak kenangan. Malang menjadi saksi dari pahit senangnya hubungan mereka. Putus nyambung, tawa sedih, tangis susah, senyum, terpisah oleh jarak, hingga akhirnya dipertemukan kembali.
Setiap harinya mereka jalani bersama. Berdua menikmati indahnya senja hingga berganti gelapnya malam.
"Tau gak apa yang cepet nular selain virus dan bakteri?" Tanya Arlan suatu saat pada Aelsya yang tengah duduk sembari memainkan ponsel Arlan. Bagi cewek itu ponsel Arlan tidaklah menarik. Aplikasi cowok itu terbatas, notifikasipun jarang masuk, game yang Arlan miliki itu hanya satu. Itupun game tembak-tembakan yang sulit Aelsya mainkan.
"Apa?" tanya Aelsya sambil menscroll pencarian youtube. Akhir-akhir ini, cewek itu sering menyetel salah satu MV dari sebuah grup kpop yang baru saja keluar. Seolah tidak pernah bosan, Aelsya terus menyetelnya tanpa henti. Tidak hanya di rumah, tetapi saat pelaran ataupun jam kosong di sekolah, Aelsya akan menyetelnya. Bahkan saat ini, kuota Arlan yang terkena imbasnya. Tetapi cowok itu sama sekali tidak peduli. Sedari satu jam semejak hp miliknya berpindah tangan dan terus menampilkan youtube sebagai aplikasi yang sering digunakan, Arlan sama sekali tak mempermasalahkannya.
"Kamu."
Aelsya yang merasa terkejut langsung menoleh, "Hah? Kok aku?"
"Iya, ketawanya bikin nular. Bikin yang lain ikutan." Aelsya mengerjap, bersamaan dengan warna rona pipinya yang memerah. "Apalagi kalau lagi malu, tambah manis. Cantik seperti warna difraksi cahaya matahari."
"Tapi--"
"Tapi apa?"
"Kalau senyum jangan sembarangan."
"Kok gitu? Kenapa?"
'"Iyalah. Sampah aja kalau dibuang sembarangan bisa kena sanksi, apalagi kamu. Kalau keterusan senyum, nanti bikin orang lain suka kamu. Dan itu gak bagus."
"Kok gak bagus?"
"Nanti aku cemburu."
Detik itu juga, wajah Aelsya kembali memanas. Arlan memang multitalent, banyak sekali yang cowok itu bisa. Termasuk bikin hati Aelsya ambyar seketika.
Halloooo. Ada yang kangen sama Arlan Aelsya? Oke, berhubung Trilogi Arlan sudah ada, di lapak ini kita pakai buat seru-seruan yaa. Everything will tell the love story of Arlan and Aelsya.