"Hi, Rake." Raras datang dari arah belakang, mengagetkanku. Kami tak pernah berencana bertemu. Kadang kami bisa saling menemukan tanpa bermaksud mencari. Kami tidak bertukar nomor telepon. Entahlah, kupikir ini lebih menyenangkan. Obrolan kami adalah apa yang ingin kami bicarakan. Bukan seperti banyak omong kosong, lalu, lama-kelamaan ada satu pihak yang merasa digantungkan saat chatting sudah jadi kebiasaan.
Menurut Raras, aku ini orang asing yang berbeda. Ia pernah bilang, "Setiap aku ingin cerita pada temanku mengenai masalahku, kupikir mereka sedang ada masalah juga. Jadi aku urung melakukannya. Tapi, kamu beda, kepada orang asing sepertimu, aku bisa menceritakan semuanya. Ah, maksudku kamu orang asing yang berbeda." Aku tak keberatan.
"Ke, ini untukmu." Raras menyerahkan kertas gulungan yang diikat pita.
"Apa ini?"
"Gambarku." Aku membukanya. Gambar seorang pria dengan becaknya. "Entah kenapa pria yang menyimpan uangnya di peci tempo hari berkesan untukku."
"Gambarmu lumayan."
"Aku belajar beberapa teknik dari YouTube."
"Nanti akan kubingkai." Aku menggulungnya kembali.
"Thanks ya, Ke." Ia tersenyum. "Aku merasa jauh lebih baik sekarang. Menggambar juga membantuku. Sedikit demi sedikit, membantuku berdamai dengan pikiranku, karena aku punya sesuatu yang penting untuk dilakukan."
"Sungguh?" Ia mengangguk.
"Sekarang aku juga ikut kelas bahasa Prancis."
"Kamu mau ke luar negeri?" Tanyaku.
"Kan nggak harus begitu alurnya. Cuman, suka aja."
"Je suis faim." Candaku.
"Moi aussi." Ia pun tertawa. "Aku tahu tempat makan enak. Yuk, ke sana. Aku yang traktir." Aku pun mengikutinya.
Selama mengenal Raras, bukan hanya nomor telepon, nama lengkapnya saja aku tak tau. Tapi, jauh lebih penting dari itu aku tahu bagaimana perasaannya, ia tahu perasaanku. Kami, dua manusia yang ingin dewasa, ingin bahagia. Pertama, aku harus selesai dengan diriku, urusanku, berdamai dengan diri sendiri. Lalu, akan ada orang lain yang masuk dalam hidupku. Serupa orang yang membersamaiku sepanjang hidup. Yang terpenting, saat bersamanya, aku mencintai diriku lebih baik lagi. Orang itu bisa saja Raras atau orang lain.
THE END
KAMU SEDANG MEMBACA
You Owe Yourself Happiness (Berutang Kebahagiaan)
General FictionIni cerita tentang perdebatan seorang pria bernama Rake dengan masa lalunya. Sementara di satu sisi, seorang wanita bernama Raras bergumul dengan dirinya sendiri, dengan pikirannya yang begitu rumit. Keduanya kemudian dipertemukan. Saling mendengar...