Setelah insiden jatuhnya pesawat, Taehyung langsung menghubungi Jung Hyu agar menjemputnya di hutan yang entah apa namanya.
Sebelum kembali ke Seoul. Taehyung sempat melihat jika pesawat itu terbakar lalu meledak hingga menewaskan banyak orang. Dan Taehyung merasa jika hanya dirinyalah yang selamat dari peristiwa itu.
"Ck, liburanku berakhir dengan sangat menyenangkan." ujar Taehyung seraya mengosok-gosok rambutnya yang basah akibat terkena percikan air saat dia mandi tadi.
●●●
Taehyung menghisap rokoknya dengan santai seraya mendegarkan apa yang lawan bicaranya katakan.
Saat ini Taehyung tengah berada disalah satu markasnya yang ada di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Bagi orang-orang, berada dibatas wilayah itu sama saja dengan berada di medan peperangan, sangat membahayakan. Jika kalian ingin cepat-cepat melihat nereka, maka pergilah kesana.
"Bagaimana? Lima juta won atau...?"
Taehyung tak menjawab pertanyaan orang di depannya. Dia malah tertawa seolah itu adalah hal lucu.
Taehyung menatap lawan bicaranya tajam, lalu berkata, "Kau mencoba mengelabuiku?" tanya Taehyung diakhiri dengan seringaian yang bagi anak polos pasti sangat menyeramkan. (Kalo bagi authornya ya... hmm bikin ambyar lah pokoknya😂Liat Taehyung ngesmrik? Ya kapan lagi emang, wkwkwk😂)
"Bung, harga nikotin saat ini sedang turun."
"Aku tak peduli. Bayar sesuai permintaanku!" seru Taehyung marah.
"Lima belas juta won bukan nominal yang sedikit, Bung! Aku tak bisa membayar sebanyak itu!" balas orang itu pada Taehyung.
"Kalau kau tidak mampu untuk membeli nikotin ini, mengapa kau mengajakku bekerja sama bodoh!" gertak Taehyung.
"Bung, ayolah, aku sedang membutuhkannya." pinta orang itu sambil menunjukkan ekspresi melasnya.
"Tidak-tidak!"
"Tujuh juta won!" tawar orang itu lagi.
"Kau pikir nikotin itu seharga permen karet?!" seru Taehyung.
"Baiklah-baiklah. Sepuluh juta won, tidak kurang dan tidak lebih. Bagaimana?"
Taehyung nampak berpikir sebelum menyetujui tawaran orang di depannya. Setelah menyetujuinya, Taehyung menyerahkan benda yang diminta orang itu tadi.
"Uangnya," ujar Taehyung. Tak lama kemudian, datanglah beberapa bodyguard yang masing-masing dari mereka membawa koper yang isinya adalah uang.
"Kau bisa mengeceknya, jika ragu." ucap orang itu setelah Taehyung menerima koper-koper yang berisi uang jutaan won tadi.
Taehyung tersenyum tipis. "Tidak perlu. Jikapun uang ini kurang, kau tahu apa yang akan kulakukan padamu bukan?" ucap Taehyung lalu pergi dari tempat ini dengan anak-anak buahnya, terutama bersama Seo Jung Hyu.
Taehyung mengemudikan mobilnya sendirian. Sedangkan Seo Jung Hyu berada di mobil lain, begitupub dengan anak-anak buahnya.
Mobil Taehyung memasuki jalan tol yang sangat sepi. Taehyung tak melihat ada pengendara lain kecuali mobil dirinya dan ketiga mobil anak buahnya.
Drrtttt...
Click!
"Wae?" ujar Taehyung. (Wae artinya Kenapa)
"Tuan, polisi sedang mengejar kita." ujar seseorang melalui telepon.
"Ck, menyebalkan!" gumam Taehyung kesal.
"Tuan... mereka mulai menembaki mobil kita!"
"Lakukan apa saja untuk menghentikan mereka!" seru Taehyung marah.
Setelah itu Taehyung mematikan sambungan teleponnya. Dia menatap ke arah spion yang mengarah ke belakang. Dapat Taehyung lihat jika anak-anak buahnya sedang adu tembak dengan para polisi korea selatan. (Bukan utara ya gais)
Taehyung mempercepat laju mobilnya. Sesekali dia menatap spion untuk melihat keadaan anak buahnya yang berusaha menghentikan polisi-polisi itu.
Taehyung memutar arah kemudinya ke kanan saat merasa mobil yang ditumpanginya terkena tembak beberapa kali. Taehyung mengambil pistol yang ada di dashboard lalu ditembakilah para polisi yang masih gencar mengejarnya.
Setelah keluar dari jalan tol, mobil Taehyung langsung melintasi jembatan sungai Han dengan kecepatan di atas rata-rata. Namun saat Taehyung ingin membalas tembakan polisi-polisi itu, mobil yang dikendarainya oleng dan akhirnya tercebur ke dalam sungai kemudian meledak.
Ledakan itu pun mampu menarik orang-orang yang ada disekitarnya, tak terkecuali anak-anak buah Taehyung dan para polisi tadi.
"Tuan...,"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Prometheus
Fiksi Remaja[FOLLOW SEBELUM BACA] "I'm in hell and heaven." lirih Taehyung diiringi air mata yang menetes bak hujan turun. Taehyung bingung. Segala cara sudah ia coba, tetapi semuanya sia-sia. Dia tetap tidak bisa melenyapkan sisi tergelap yang ada pada diriny...
