Iqbaal menyusul Yola berjalan ke taman belakang untuk berkumpul dan berbincang dengan keluarganya. Karena sudah masuk jam makan siang, seluruh keluarga yang hadir menikmati santap siang bersama, Ayah Iqbaal pun telah hadir dan ikut bergabung.
Setelah makan siang, semuanya kembali berbincang-bincang memanfaatkan momen berkumpul bersama keluarga. Tak jarang Iqbaal memotret momen itu dengan kamera handphone-nya. Namun ketika ia sedang selfie bersama sepupu kecilnya, baterai handphone-nya melemah kemudian mati.
"Yol, minjem charger dong." Kata Iqbaal menghampiri Yola yang sedang memotong buah didapur.
"Ambil aja gih..dilaci meja rias kamar gue." Sahut Yola tanpa berpaling dari buah-buahan ditangannya.
"Okay." Ucap Iqbaal sambil menyambar potongan buah yang sudah dipotong.
"Yee...maen comot aja! Awas lo ya kalo sampe ada barang dikamar gue yang ilang berarti lo pelakunya." Tutur Yola
"Bawelnya udah kaya Kak Alya nih anak." Batin Iqbaal
Iqbaal tak bergeming mendengar ocehan sepupunya itu, ia berjalan menuju lantai 2 rumah Omnya itu dan masuk ke kamar Yola. Sudah lama sekali ia tidak masuk ke kamar sepupunya itu, sehingga sudah banyak perubahan dengan yang dulu. Iqbaal melihat sekeliling kamar Yola dan terfokus pada sesuatu yang menempel di dinding.
Perlahan Iqbaal mendekat ke benda tersebut. Rupanya Iqbaal melihat papan coklat yang ditempeli banyak foto polaroid. Kebanyakan dari foto yang ada adalah foto-foto Yola bersama teman-teman SMA-nya.
"Cantik..." Batin Iqbaal memandangi sosok perempuan bersama Yola didalam foto, foto yang kini telah berada di tangannya.
Entah kenapa seperti ada magnet kuat dari foto itu sehingga membuat Iqbaal ingin memandangnya berlama-lama. Gadis cantik berambut panjang dengan tahi lalat di pipi kirinya. Senyum Iqbaal mengembang hanya karna melihat gadis cantik di foto yang bahkan Iqbaal belum mengenalnya sama sekali. Aneh.
Tadinya Iqbaal ingin memotret foto tersebut supaya bisa memandanginya terus. Tapi apa daya, HPnya mati total.
"Shit! HP pake mati lagi." Gerutu Iqbaal
"Kak Iqbaal, ngapain bengong disitu?" Tanya seorang bocah laki-laki yang menghampiri Iqbaal.
"Eh..ya ampun Miko! Bikin kaget aja." Kata Iqbaal sambil reflek menoleh karna kaget, dan karna kaget pula Iqbaal reflek memasukkan foto itu ke saku belakang celananya.
"Aku lagi lewat aja terus liat Kakak berdiri sambil bengong, lagi liat apa sih Kak?" Tutur Miko, adik laki-laki Yola.
Kepergok anak usia 10 tahun ternyata cukup membuat Iqbaal gugup. Bukan apa-apa, Iqbaal khawatir Miko melihat apa yang sedang ia lakukan sejak tadi dan akan bilang ke Yola apa yang ia lihat.
"Semoga nih anak ga liat pas gue masukkin sesuatu ke kantong." Batin Iqbaal
"Siapa yang bengong, aku lagi cari charger, De." Iqbaal beralasan, padahal ia sudah tau dimana letak benda tersebut.
"Ih..bohong ya...?" Ejek Miko
"Nah nih dia ketemu, yuk kebawah." Pungkas Iqbaal mengalihkan ejekan Miko.
"Semoga Yola ga nyadar fotonya ilang satu." Ucap Iqbaal dalam hati sambil menuju ke bawah.
Miko berlari mendahului Iqbaal dan langsung menuju taman, ketika Iqbaal tiba dibawah, Yola langsung mengoceh panjang lebar yang cukup membuat Iqbaal mengembuskan nafas panjang.
"Ngapain aja sih lo, lama banget! Gue panggilin ga nyaut-nyaut, gue kan perlu bantuan bawa ini ke belakang, berat kalo gue angkat sendiri." Ujar Yola dengan nada jengkel.
"Kasian gue sama Rian punya pacar kaya lo, pasti diocehin mulu hahaha. Yaudah mana sini gue angkatin." Iqbaal malah meledek Yola yang sedang kesal tapi tetap membantu sepupunya itu.
"Resek lo!" Gerutu Yola sambil memukul lengan Iqbaal.
"Aaaww...gila lo! Ngangkat nampan buah ga kuat tapi tenaga buat mukul kuat banget." Tutur Iqbaal sambil meringis kesakitan.
"Rasain hahaha. Makanya kurang-kurangin resenya." Yola tertawa puas.
Walaupun Iqbaal lebih tua 1 tahun dari Yola hal itu tidak membuat mereka canggung untuk becanda. Mereka memang seakrab itu, dan kebetulan pacar Yola adalah teman dekat Iqbaal, Rian Juvino Willy. Cowok tampan berparas kebule-bulean berkat darah Inggris dari Ibunya.
Waduh baru liat foto aja udah kesemsem ya, Baal..Gimana kalo nanti ketemu langsung ya???
Jangan lupa vote dan tinggalin komennya ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Kita
RomanceCerita seorang laki-laki berparas tampan dan pintar lalu jatuh cinta pada seorang gadis cantik dari keluarga kaya raya. Gadis yang memiliki masa lalu pahit dengan kekasihnya sehingga membuat orang tuanya melarangnya untuk menjalin kasih selain denga...
