Song of Love part 13

16 0 0
                                        

Rio menggeliat melonggarkan otot-ototnya saat menyadari hari sudah berganti karena tusukan cahaya matahari pagi yang memaksa kedua kelopak matanya untuk membuka. Diliriknya jam dinding kamar bercat abu-abu itu. Bukan kamarnya, namun sangat tidak asing baginya karena bukan hanya sekali dua kali ia menempati kamar itu salah satu ruangan yang ada dirumah Gabriel. Rumah yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan istananya sendiri karena rumah itu hanya dihuni oleh Gabriel seorang diri ditambah beberapa orang pelayan. Kurang sepuluh menit menuju pukul enam pagi.

Dengan gerakan cepat, Rio menyambar handuk yang tergantung didepan almari kayu yang berada disudut kamar. Bertekat memulai lagi harinya seperti biasa tak ingin menambah runyam hidupnya dengan menelantarkan sekolahnya yang hanya tinggal hitungan hari sampai ia menanggalkan seragam putih abu-abunya. Toh ia sudah mempersiapkan semuanya dikamar itu segala miliknya seperti seragam, peralatan sekolah dan buku-buku yang segaja ia rangkap untuk keadaan menyebalkan dalam hidupnya seperti saat ini keadaan yang sebetulnya sudah sangat sering ia alami.

****

"Iya Mamaku sayaaaang. Lel pasti belajar yang bener!"

Jelas sekali Rio mendengar jawaban Gabriel yang sedang bercakap-cakap dengan ibundanya via telepon. Gabriel yang sedang asik menyantap makan paginya terlihat sangat repot dengan ponsel yang ia jepit dengan bahunya dan kepala yang ia miringkan penuh.

Itu lah bedanya dengan Gabriel meskipun Gabriel juga memiliki orang tua yang berkesibukan super padat tapi sama sekali ia tak kekurangan perhatian. Setiap hari Ayah atau Ibunya pasti menanyakan kehidupannya. Tak sekalipun Gabriel dipaksa untuk menjadi seperti orang tuanya.

Pikiran Rio melayang ia ingat betul cita-cita masa kecilnya saat ada dibangku taman kanak-kanak dan ibu gurunya bertanya ingin menjadi apa ia di masa depan. Rio kecil selalu menjawab ingin menjadi seorang pilot agar dapat keliling dunia mengendarai kendaraan yang begitu keren yang tak harus direpotkan dengan kemacetan dan tampak gagah dengan topi dan seragam khas profesi itu. Namun khayalannya itu selalu menguap begitu saja saat ia menceritakan semuanya pada sang Ayah yang pasti dengan tegas menyuruhnya untuk menjadi orang yang berdasi, memimpin perusahaan.

"Yo, lo mau sekolah?" Tanya Gabriel yang baru menyadari keberadaan Rio yang berdiri dibalik tubuhnya dengan seragam lengkap walaupun tetap berantakan.

Kemeja yang hanya dimasukan separuh dibagian depan saja sementara begian belakangnya ia biarkan berkibar dengan dua kancing teratas tidak terkait membuat t-shirt rangkapnya terpampang, dasi yang hanya asal masuk dari kepalanya, lengkap dengan blezer yang hanya tergantung asal dibahu kirinya.

"Lo pikir gue pake seragam gini mau mangkal?" Jawab Rio asal sambil mengambil nasi goreng yang menjadi menu sarapan hari ini. Sedikit kerepotan karena hanya tangan kanannya yang berfungsi normal karena tangan kirinya tak leluasa bergerak akibat lukanya.

"Kali aja gitu. Orang lo title doang pake seragam, cara pake lo nggak kalah sama preman pasar."

Gabriel tak ambil pusing dengan jawaban Rio sekaligus ia tak mau membantu Rio yang tampak kesusahan. Ia masih dongkol dengan tindakan Rio yang ia anggap sangat labil sampai melukai dirinya sendiri biar saja sekarang Rio merasakan akibatnya sendiri.

Keduanya diam hanya suara sendok yang beradu dengan piring yang memenuhi ruangan makan milik keluarga Damanik itu. Sejenak Gabriel melirik Rio yang duduk berseberangan dengannya. Masih jelas ia mengingat keadaan sahabatnya itu seharian kemarin nyaris seperti orang gila, tak ubahnya seperti raga yang kehilangan sebagian jiwanya. Penampilannya berantakan, tatapan yang kosong, tak mau melakukan apapun dan berbicara pada siapapun.

Terlebih saat tiba-tiba saja sahabatnya itu menubruk tubuh Shilla dan memeluknya erat-erat sambil terus memanggil nama Ify. Ingin sekali ia menghajar habis Rio kemudian menjebloskannya ke rumah sakit jiwa. Ambil kesempatan meluk sekali cara depresinya.

Song of LoveStories to obsess over. Discover now