KEDUA

7.3K 464 3
                                    

Shani selalu bangun lebih dulu daripada Gracia. Ia menguncir rambutnya dan beranjak dari kasur, meninggalkan Gracia yang masih terlelap di sampingnya.

Ia menuju ke dapur dan berniat menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum membangunkan Gracia. Shani memilih untuk menuangkan sereal dan susu coklat ke mangkuk dan menyiapkan teh manis hangat. Ia hafal sekali menu sarapan yang selalu diminta oleh Gracia. Sedangkan Shani sendiri hanya memakan roti tawar hambar. Ia malas hanya untuk sekedar mengoleskan selai.

Setelah selesai memakan roti tawarnya, ia langsung membangunkan Gracia.

"Gre, bangun!"

Shani menggoyang-goyangkan kaki Gracia. Tapi gadis itu tak kunjung membuka mata. Bahkan seperti tidak terusik sama sekali.

"Gre, udah pagi ini kamu ga kuliah apa?"

"Gre, ga bangun aku cium nih!"

Entah seperti ada sinyal yang langsung membuat Gracia membuka matanya.

"Ehmmm, Ci Shani udah bangun?"

Gracia meregangkan otot-ototnya. Rasanya capek juga memeluk Shani sepanjang malam.

"Udah, cepet sarapan sana aku siapin sereal kamu."

"Cici udah sarapan?"

Gracia masih belum bangun dari rebahannya. Dia hanya berguling kesana kemari.

"Udah, aku mau mandi. Ayo Gre bangun!"

Shani menarik tangan Gracia hingga sang empunya tangan terduduk.

Shani pun masuk ke kamar mandi meninggalkan Gracia. Gracia memutuskan untuk melahap serealnya sambil menyetel kartun favoritnya, Doraemon.

Shani yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk menuju sofa yang diduduki Gracia, ia mengambil tempat disebelah Gracia.

"Cici udah selesai mandinya?"

Shani hanya mengangguk.

"Kalau gitu aku mandi deh."

Sebelum beranjak dari duduknya, Gracia mencium pipi kanan Shani terlebih dahulu dan langsung kabur begitu saja.

"GRE! ISHH NYEBELIN!"
Shani terkejut dengan kelakuan Gracia walau sudah sangat sering seperti itu.

Sedangkan Gracia hanya tertawa menanggapi Shani.










"Kamu bawa mobil kan?" Tanya Shani yang sekarang sibuk dengan tugas kuliahnya di meja makan.

"Iya, ini mau berangkat sebentar lagi. Ci Shani ga kuliah hari ini?"

Gracia menemani Shani mengerjakan tugasnya sambil menunggu waktunya berangkat.

"Engga ada jadwal sih hari ini. Tapi mau jalan sama Vienny nanti."

Gracia tiba-tiba muram. Dirinya memang tidak suka Shani dekat dengan kakak tingkat sekaligus ketua BEM itu. Entah, tidak suka saja.

"Yaudah, aku berangkat Ci."

Dia langsung meraih tasnya di sofa dan berjalan begitu saja melewati Shani. Terlihat sekali kalau dia kesal. Dan Shani tahu itu.

"Hati-hati, Gre."

Tidak ada jawaban, Gracia melenggang keluar begitu saja.
Shani menghela nafasnya.

ADEK ◑greshanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang