sudah tak kuat lagi para siswi yang melihat ketiga pria tampan ini sedang mengobrol satu sama lain. Sampai tiba-tiba sebuah suara menganggu para siswi-siswi tersebut "bubar lo pada"Lia menerobos kerumunan itu tanpa peduli tatapan sinis yang mengarah padanya "apa liat-liat?"
"norak lo pada"Timbrung dwi ikut mendorong para siswi-siswi disana.
sontak,seluruh siswi bubar dengan perasaaan kecewa tentunya. Tidak dapat melihat idola-nya berlama-lama.
"coba gue liat"Lia mendekat untuk melihat bendera.
"eits, sebentar. Ini kalo gue beneran dapet gimana?"
"gue kasih motor gue" Dani bersuara. Bodoh sekali dia menawarkan motor kesayangan-nya demi sebuah bendera.
"gue gak mau" Tolaknya mentah-mentah. Untuk apa ia motor? Bukankah satu saja sudah cukup baginya.
"lo mau apa emang?"Dwi bersuara.
---
"Kenapa gak bilang dari tadi?"entah sudah yang keberapa kali febry menanyakan hal itu yang pasti dari dua anak muridnya ini tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan-nya.
"kalau kamu bilangkan ibu gak bakal hukum kamu kaya tadi"
lagi-lagi febry mengeluarkan suaranya,menatap keduanya lekat-lekat,menantikan jawaban dari salah satu muridnya tersebut,meskipun hasilnya tetap saja nihil."pak,tolong panggil anak-anak untuk kembali berbaris lagi"
perintah yang diajukan oleh febry segera di patuhi oleh rizky.
---
Disinilah mereka berkumpul sekarang,sama seperti tadi pagi sebelum semuanya melakukan kegiatan. Berbaris seperti semula, menunggu perintah yang akan diberikan oleh rizky dibalik speakernya.menunggu perintah selanjutnya,pasalnya sangatlah membosankan apalagi ditambah sinar matahari yang semakin lama semakin panas dibuatnya. Ingin sekali rasanya berlindung di bawah pohon agar tidak terkena sinar matahari.
"sudah berkumpul semua?"
"sudah pak!"
"tidak ada yang tertinggalkan?"
"tidak pak!"
"ada yang sudah mendapatkan bendera?"
dua orang murid mengangkat tangan-nya ke udara dari balik barisannya.mulai melangkah maju untuk mendekati rizky. Dan berakhir dengan maju ke depan.
Alysa dan faiz.mereka yang saat ini sudah berada di depan dengan pembatas rizky yang berada di tengah-tengah keduanya. Merangkul keduanya layaknya seorang orang tua dan anak.
"dapat berapa bendera?"Tanyanya yang kini beralih menatap keduanya,menunggu sang empunya nama menjawabnya segera.
"satu"
"dua"
Dari kejauhan samar-samar dani berbisik kepada renza tentang teman mereka yang saat ini tengah maju ke depan."mampus lo dia beneran dapet"
renza memutar bola matanya malas,meliriknya sekilas tidak peduli jika teman-nya ini sedang berbicara kepadanya.karena saat ini,pikirannya sedang tertuju pada faiz yang nantinya akan meminta sesuatu hal yang pasti tidak masuk akal pastinya.
"sini benderanya"
alysa dan faiz memberinya secara bersamaan.yang segera di berikan hadiah kotak berukuran lumayan besar dengan dibalut kertas berwarna coklat tua. semua murid bertepuk tangan secara bergemuruh.
seakan tersadar kalau saat ini jeje tidak ada dalam kelompoknya,dwi segera menghampiri renza dengan melewati barisan belakang agar tidak terlihat oleh guru yang sedang berada di depan.
"za!"Panggilnya yang kini telah berhasil mengusir regan-si anak baru,yang semula berada di samping renza dan digantikan dengan dirinya yang sekarang mengambil alih posisi regan.
renza memutar kepalanya kesamping,melihat kelakuan temannya yang tiba-tiba saja berada di sampingnya dengan wajah tak berdosanya "apa?"Respon-nya singkat.
mendapat respon singkat seperti itu jelas saja membuat dwi memutar bola matanya malas,tapi mau gimana lagi ia tetap saja harus membicarakan jeje yang tiba-tiba saja tidak ada di dalam kelompoknya."jeje ilang!"
"bilang ke guru,bukan ke gue"
"anjing,gue serius"Jawabnya sedikit berteriak,kali saja teman-nya yang satu ini peka terhadap situasi hilangnya jeje sekarang.
sebagian murid yang berada disekeliling dwi tentu saja langsung mengarah pada dwi,tatapan yang diterimanya dari sebagian murid sangat tajam. Entah itu karena,ia terlalu berisik atau gimana.ia pun tidak tau.
"DWI APA-APAAN INI! KENAPA KAMU BERTERIAK SANGAT KENCANG!"
ups,dwi lupa kalau seharusnya ia tidak berteriak seperti ini karena akan mendapatkan semprotan tatapan tajam dari para makhluk yang berada disini sekaligus mendapat teguran yang tentunya ia dapatkan dari guru yang sedang berada di depan.
hendak ingin menjawab,tetapi sebuah suara sudah lebih dulu menjawabnya "jeje gak ada"jawabnya singkat tanpa ingin bertele-tele,pasti kalian tau ia siapa tanpa perlu saya jelaskan lagi.
Lantas alysa yang mendengar dengan segera menjawab dari tempat berdirinya ia yang berada tak jauh dari berdirinya dwi maupun renza "jeje tadi pergi ke bu febry sama putra"
Tamatlah sudah riwayat alysa ia tidak memikirkan konsekuensinya setelah berbicara seperti ini.Dapat dipastikan ia aka mendapat masalah yang cukup besar yang akan diberikan oleh jeje tentunya.Bodoh?sudah pasti.Ia tidak terlalu memikirkan konsekuensinya,karena yang saat ini ada di otaknya hanyalah memberi tahu dwi akan dimana keberadaan seorang jenathan as jeje.
"ohiya,jeje sedang bersama putra di tempat para guru-guru"Ucap rizky menambahi perkataan alysa yang semakin membuat para anggota geng heran,entah itu warlocks ataupun detriot.
"shit!"Umpatnya pelan,tentunya ia tidak heran seperti yang lain kalau saat ini putra dan jeje tidak ada dan menghilang bersama.Memang dari awal ia mengetahui jeje dan putra berpacaran,ia sudah tidak lagi memperdulikan putra maupun jeje.
disisi lain,renza dan beberapa teman jeje terlihat bingung sebenarnya apa yang terjadi diantara putra dan jeje.Mengapa keduanya berada disana?dalam waktu yang bersamaan.Sebenarnya apa yang terjadi kepada keduanya atau mereka membuat masalah atau mungkin bisa jadi mereka berdua menyembunyikan sesuatu.Karena yang tau permasalahan ini ialah hanya rere dan nessa.
"bangsat"Renza mengumpat dalam diam,Sebenarnya apa yang terjadi diantara keduanya,Apakah jeje menyembunyikan sesuatu darinya?,Otak renza terus saja berpikir sampai-sampai ia tidak menyadari kalau semuanya suda bubar sedari tadi.
"nih barang lo"Dani datang secara tiba-tiba sembari memberi tas ransel birunya,tidak lupa ia juga menggendong tas ransel miliknya sendiri. Renza menerimanya dan segera menaruhnya di pundak sebelah kanan-nya.
entah dari mana tiba-tiba faiz datang mengagetkan keduanya,tidak lupa dibelakang faiz terdapat lia dan dwi.Tapi dimana jeje?Apakah ia belum kembali?
"gimana,nanti malem jadi ke clubkan?Faiz membuka suaranya terlebih dahulu,setelah sekian lama terjadi keheningan diantara mereka berempat.
dwi menyeringit heran "club?"
"iya,katanya kalo gue dapet bendera dia mau traktir kita ke club.Ternyata gue emang bener dapet benderanya hahaha"Jawabnya sembari tertawa penuh kemenangan melihat wajah teman-nya yang datar.
"lo doang yang gue bayarin,mereka gak"Ucap dani membenarkan perkataan faiz yang mengada-ngada.
"seterah gue dong,lo tinggal ikutin alurnya aja"
"sial!"
---maapkeun karena tidak publish wp selama seminggu🙏dan
Dipart selanjutnya yang bakal sering muncul alysa,putra,dani,jeje ya.seandainya ada yang lain itu cuma sementara.soalnya biar cepet-cepet selesai ceritanya.oiya dipart selanjutnya juga bakal mulai konflik-konflik gituu.jadi jangan lupa vote juga ya,tq!

KAMU SEDANG MEMBACA
~ALTRA~
Teen Fictionpembullyan yang dialami alysa belum seberapa dibandingkan kisah hidup kelamnya. mempunyai sifat yang ceria dan baik hati, membuat alysa tidak mempunyai teman. aneh bukan?