4. Lagerstroemia Speciosa, Sakuranya Indonesia

39 4 1
                                        

Lagerstroemia Speciosa  atau Bungur adalah pohon berjenis perdu (tumbuhan berkayu yang bercabang-cabang). Pohon ini menjadi satu dari enam tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan sebagai tanaman peneduh jalan. Karena selain ukuran pohon yang tidak terlalu besar, mudah dirawat, model akar yang tidak merusak tanah, adaptif atau dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan panas dan kering, tajuk pohon yang tidak terlalu rapat, pohon Bungur juga memiliki bunga yang tak kalah indah. 

Menurut Wikipedia, pohon Bungur terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu Bungur Besar atau Kebo (Lagerstroemia Speciosa) dan Bungur Jepang (Lagerstroemia Faurieri, Lagerstroemia Indica). Pohon Bungur bisa berbunga sepanjang tahun. Bunganya berwarna merah jambu dan keunguan yang akan tampak lebih cantik jika mekar bersamaan di musim kemarau. Pohon ini memiliki ukuran 10-45 meter. Memiliki batang bulat, berwarna cokelat tua dengan kulit kayu yang tipis dan mudah terbuka. 

Aslinya pohon Bungur adalah tanaman liar yang biasa hidup di tepi sungai, tebing, dan hutan jati. Hanya saja karena memiliki bunga yang indah dan sekilas tampak seperti Sakura, pohon ini kemudian dibudidayakan untuk tanaman perkotaan. 

Pohon Bungur tersebar pada pulau Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pohon Bungur tersebar pada pulau Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur. Namun, dalam blog SatuHarapan.com ditulis bahwa Bungur juga dapat ditemui di India, Sri Lanka, China, selain negara-negara Asia Tenggara, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia, Cambodia, Vietnam, dan Filipina.

Dalam wilayah Indonesia sendiri, Pohon Bungur memiliki nama-nama berbeda. Seperti Ketangi, Laban, dan Wungu di daerah Jawa.  Bhungor atau Wungur untuk daerah Madura. Sementara untuk daerah Palembang dan Lampung menyebutnya dengan Bungur Kuwal, Bungur Bener atau Bungur Tekuyung.

Cara mengembangbiakkan Pohon Bungur bisa melalui biji yang keluar setelah masa pembungaan selesai atau dengan pencangkokan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, perawatan pohon Bungur juga tidak susah. Hanya memerlukan sinar matahari yang cukup. Meski pohon Bungur termasuk pohon yang bercabang-cabang, tapi pohon ini juga bisa dibentuk dengan memangkas bagian yang tidak diperlukan. 

Selain beberapa keunggulan di atas, pohon Bungur juga ternyata menyimpan khasiat yang begitu banyak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selain beberapa keunggulan di atas, pohon Bungur juga ternyata menyimpan khasiat yang begitu banyak. Mulai dari daun hingga kulit kayunya bisa digunakan sebagai obat. Menurut penelitian setiap bagian pohon Bungur mengandung senyawa saponin, flavonoid, plantisul, polifenol, dan tanin  dengan rincian :

1. Daun dan bunga mengandung senyawa saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin. 

2. Biji mengandung senyawa plantisul.

3. Kulit batang mengandung senyawa flavonoid.

Dari hasil penelitian yang ditulis dalam blog SatuHarapan.com diketahui bahwa senyawa saponin bisa meningkatkan sistem imun, berbentuk antioksidan, menghindarkan kanker, antivirus, menghalangi perkembangan jamur, serta umumnya dipakai juga sebagai bahan antiseptik.

Kalau senyawa flavonoid berguna untuk membuat perlindungan susunan sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, menghindari keropos tulang, juga sebagai zat antiinflamasi, antioksidan, antibiotik, serta sebagai pencegah kanker (zat antioksidan). Flavonoid juga dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif (penyakit yang berlangsung bersamaan berjalannya sistem penuaan atau bertambahnya umur) lewat cara menghindari terjadinya sistem peroksidasi lemak lewat cara menangkap radikal bebas serta menghelat ion logam transisi. Senyawa ini juga dapat ditemui di seluruh tanaman berwarna hijau, kecuali Alga. 

Manfaat inti dari senyawa polifenol juga sebagai antioksidan alami. Polifenol bisa mengurangi penimbunan low density lipid (LDL) dalam darah, dan dapat menghindari oksidasi dalam pembuluh darah yang mengakibatkan pembekuan trombosit abnormal. Bahkan polifenol termasuk antioksidan berasal dari kelompok bioflavonol yang mempunyai kemampuan lebih efisien dari vitamin C serta vitamin E.

Sementara menurut Gi-Health.com menuliskan bahwa dalam dunia kesehatan senyawa tanin bermanfat untuk menciutkan dan mengeraskan dinding usus, sehingga dapat mengurangi keluar masuknya cairan dalam usus. Tanin juga dapat digunakan untuk menciutkan pori-pori kulit. Sebagai anti bakteri, yaitu melalui reaksi dengan membran sel. Flavonoid dalam tanin akan mendenaturasi dan mengkoagulasi protein serta merusak membran dinding sel. Selain itu tanin juga berguna sebagai antioksidan. Ketekin dalam tanin mempunyai sifat antioksidatif yang berperan dalam melawan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Terakhir sebagai penawar racun. Tanin akan mengeluarkan asam tamak yang tidak larut dan bereaksi dengan alkaloida membentuk tanat yang mengendap.

Nah, kalau disimpulkanm senyawa-senyawa yang terkandung pada pohon Bungur ini dapat berguna untuk menyembuhkan desakan darah tinggi serta kencing manis yang didapat dari biji. Daun pohon Bungur dipakai untuk menyembuhkan kencing batu, kencing manis, serta desakan darah tinggi, sedang kulit kayu dipakai untuk menyembuhkan diare, disentri, serta kencing darah. 

Sayangnya, meski memiliki banyak kelebihan, pohon Bungur ini jarang dijadikan pilihan untuk dijadikan tanaman peneduh jalan. Kebanyakan pemerintah kota lebih memilih pohon Tabebuya sebagai tanaman yang biasa ditanam di sepanjang jalan perkotaan. Padahal jika dilihat asal pohon ini tidak berasal dari Indonesia. 

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pemerintah lebih memilih pohon Tabebuya sebagai tanaman peneduh jalan karena perawatannya yang mudah dan termasuk jenis pohon dengan sistem akar yang tidak merusak tanah. Namun kalau seperti itu, tentu pohon Bungur juga memiliki kualifikasi yang sama baiknya. Oleh karena itu, banyak yang akhirnya menanyakan keputusan tersebut. Lagi pula kan memang sayang, kalau pohon Bungur yang dipilih, langkah ini juga bisa termasuk dalam melestarikan tumbuhan negara sendiri. 

●●●●●

http://www.satuharapan.com/read-detail/read/bungur-peneduh-jalan-cantik-berkhasiat-obat

https://id.wikipedia.org/wiki/Bungur

https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/pohon-indah-asli-indonesia-secantik-tabebuya

https://sains.kompas.com/read/2018/12/02/193400223/tak-kalah-indah-6-pohon-asli-indonesia-ini-bisa-gantikan-tabebuya

http://gi-healthy.blogspot.com/2013/04/tanin-dan-khasiatnya-dalam-kesehatan.html

https://www.kompasiana.com/toko-bunga-jakarta/5684a6969fafbd0906b6c0b9/metabolit-sekunder-tanaman-bungur-atau-ketangi-lagerstroemia-speciosa

Kumpulan RisetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang