Neva's
Pagi itu aku baru saja melihat daftar pengumuman siswa/i yang lulus di sma yang aku impikan.
SMA Permata.
Dan aku adalah salah satu siswa/i yang ada didalam pengumuman tersebut.
Aku sangat senang sampai-sampai membuat kegaduhan di kamarku sendiri.
''Neva, jangan ribut. Adik mu baru saja tertidur " Seru mamaku--Metta dari dalam kamarnya.
"Iya ma, maaf"
Aku langsung menelfon Lara--sahabatku untuk bertanya apakah ia juga lulus di sma yang akan menjadi sekolah ku.
*dering hp memanggil*
'Ha-halo' ucapnya dari seberang sana.
"Ra, gue lulus di SMA Permata. Lo juga lulus disana kan? "
'Selamat ya va. Eum... Gue ga lulus disana'
Aku bisa mendengar nada terisak lara dari seberang sana. Aku merasa tak enak hati kepadanya.
"Yaampun ra, lo yang sabar yaa. Lo gapapa kan? "
'Iya, gue gapapa kok'
"Terus nanti lo sekolah dimana? "
'Mungkin kalo ga ikut papa, gue bakal homeschooling dulu. Tapi kayanya gue bakal ambil jalur zonasi dulu'
"Oalah, kalo gitu gue do'ain semoga lo lulus zonasi aja biar kita bisa sering ketemuan"
'Hehe, aamiin. Va, gue tutup dulu ya, bokap manggil'
"Oiya iya, bye raa"
'Bye va'
*tut*
Aku sangat berharap agar Lara lulus di jalur zonasi. Karna cuma dia satu-satunya temen yang sudah kuanggap seperti saudara kandung ku sendiri.
✨✨✨✨
Di sisi lain....
Aldo's
| 387 | Lulus|
Huft...
"Kenapa coba gue lulus di sma ini. Tapi yaudalah dari pada ga dapat sekolah"
Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar gue tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.
"Gimana bang? Lulus? " Tanya Edward--ayah gue.
"Lulus yah"
"Serius? Wah, Emma anak kita lulus"
Dengan sekejab bunda langsung ada di kamar ku.
"Yang bener yah?! Alhamdulillah. Selamat ya sayang, bunda bangga banget sama abang" Kata bunda sambil meluk gue.
"Ini kenapa? " Entah dari mana Rachel--adek gue datang.
"Abang kamu lulus di sekolah yang dia impiin Chel" Kata ayah sambil menggendong Rachel ke pangkuannya.
"Ayo ini harus di rayakan" Sambung ayah.
"Iya ayo, bunda uda masakin makanan kesukaan abang loh. Nanti jangan ada yang absen dari meja makan yaa" Kata bunda sembari keluar dari kamar gue.
"Ayo bang" Ajak Rachel.
"Iya-iya" Kata gue.
Beginilah keseharian gue dengan keluarga yang sangat perhatian dengan gue. Tapi belum gue tau nanti kedepannya apa yang bakal terjadi saat gue menginjakan kaki di sma yang bakal gue sebut 'sekolah baru' gue.
$ To Be Continue $

KAMU SEDANG MEMBACA
Hiraeth
Teen Fiction✔Terinpirasi dari kisah nyata Ada saatnya bahagia datang tanpa diundang. Ada kalanya aku berharap BAHAGIA KU adalah KAMU. Tapi, apakah KAMU berharap bahwa BAHAGIAMU adalah AKU ? Hiraeth, artinya rasa rindu terhadap rumah yang tidak bisa kita kunjun...