"Harus extra sabar sya " Lisya beralih ke chat yang lain,ia melihat ada Michael yang menchatnya lisya pun langsung membuka chat itu..
06.05 Michael:lari pagi yok
Lisya:kemana
Michael:kemana ajah yang penting bisa larpa,
Lisya:kuy lah, ya udah Lo kerumah gue dulu
Michael:lah ngapain?
Lisya:bantuin beresin rumah dulu biar cepet apalagi kamar gue. Hehhee
Michael:sialan lu!Iya iya, otw
Michael segera datang ke rumah Lisya dan langsung masuk ke kamar Lisya Michael memang sudah sering bahkan bisa dibilang setiap hari.
"Lo ngapain ajah si sya kamar udah kayak kapal pecah ajah," Michael yang baru saja membuka pintu kamar lisya sudah di suguhi pemandangan seperti ini banyak bungkus makanan baju kotor berserakan makanan tumpah.
Ahk dasar lisya
"Lo dari tadi belum siap-siap?" tanya Michael melihat lisya yang masih asyik tidur-tiduran sambil bermain gadget tak lupa di sebelah kanan ada Snack.
"Enggak," ujar lisya santai.
"Ya ampun, udah deh gak jadi larpa kan." Michael mengenduskan nafasnya kesal.
"Hmm, ke moll ajah yuk" ujar lisya tanpa beralih sedikit pun dari posisnya dan aktivitas yah yaitu membaca wattpad kesukaan nya.
"Hmm, tapi Lo mandi malu gue kalau bawa cewek bau kek lu!"
"Entar tanggung berapa part lagi nih" inilah salah satu kebiasaan Wattpaders gak bisa ditinggal kalau lagi seru-serunya
"Mandi gak,, atau gue yang mandiin"perintah kael cepat
"Iya entar," lisya langsung beranjak pergi meninggalkan tempat tidurnya dan berjalan gontai ke kamar mandi.
Selama lisya menjalankan ritual paginya, kebiasaan Michael lah yang harus membersihkan tempat tidur lisya dan beberapa pakaian kotor yang berceceran kemana-mana.
Hampir satu jam lisya mandi bagi Michael itu sudah biasa, lisya pun keluar dengan rambut yang masih basah.
"Wee udah bersih aja kamar gue"
"Ya la gue yang bersihin."
"Baik banget emang Lo yah." lisya mengusap kepala Michael lembut lalu ia berjalan ke tempat riasnya untuk mengambil hair dryer.
Michael langsung menarik hair dryer dari tangan lisya ,ia menatap malas ke arah Michael "Gue ajah.''
"Makasihhh baik banget emang Lo dah temen gue paling best."
"Gak usah geer sya ini juga biar cepet, entar kalo elu yang ngehair dryer bisa taun depan kita pergi."
"Hehehe,,,iya juga ya" lisya cengar-cengir membiarkan rambutnya di tangani Michael
Michael dan lisya pun pergi ke mall "Lo mau beli apa emang sya?" yang baru saja turun dari mobil
"Ga ada si,"
"Jadi Lo ngapain ngajak kesini Bambang?"
"Cuma pengen liat mall doang" ujar lisya santai.
"Bangke. Lu gue kira ada yang mau Lo beli." Michael dongkol dengan sifat lisya dan menjitak kepala lisya
"Sakit yet," rintih lisya memegang kepala yang terkena jitak Michael
"Jadi kita ngapain?"
"Au ah" jawab lisya ketus
"Yah ngambek dia"
"Bodo" lisya langsung berjalan mendahului michael
"Ehk tunggu yet" michael berusaha mengejar lisya yang mood kadang bagus kadang sensi kayak gini.
"Janji deh gue beliin lollipop yang big " michael membisikan pada lisya
Inilah kelemahan lisya yaitu lollipop mau semarah apapun kalau udah dikasih lollipop pasti jinak lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.