Chapter 7

30 3 0
                                        

Happy reading

😎

***

Dengan menutup pintu kamarnya rapat rapat dan sesegera mungkin Resa duduk di pinggiran kasur miliknya, entahlah apa yang membuatnya sebahagia ini sepele memang tapi kenapa bisa sebahagia ini? Senyum Resa tak pernah luntur sedikitpun, Hari ini memang melelahkan karena sikap Aldo yang begitu menyebalkan tapi rasanya semuanya terlunaskan Rasanya dengan kehadiran Abi tadi.

Sebenarnya Resa ingin bersikap biasa saja tapi terlalu susah untuk Resa lakukan, Rasanya Seperti sudah kehabisan Gaya untuk bersikap seolah biasa saja, apalagi semenjak tadi siang Aldo ngasih bukunya yang dia simpan lalu akan di berikan pada Abi secara langsung.Resa membaringkan tubuhnya di kasurnya miliknya dan memeluk Boneka angry bird miliknya yang besar itu se'erat mungkin.

"Makasih ya, karena elo udah buktiin ke gue kalo bahagia itu ternyata sesederhana ini'-Resa.

Benar benar Resa bisa sebahagia itu yang memang sebelumnya nggak pernah di rasain sama dia. Sedangkan Abi yang baru saja tiba di rumahnya dan mematikan motornya, tapi nggak juga turun dari motornya, "yess.. yesss.. yess" teriak Abi yang kegirangan.Tanpa disadari leh Abi, ternyata seorang gadis berdiri di ambang pintu Rumah Abi dan memperhatikan sejak tadi, namun ketika Abi turun dari motornya dan bergegas masuk langkahnya terhenti tapi Abi tetap cuek dan mengabaikanya.

"Abii abii.. tunggu sebentar" ucap gadis tersebut yang menahan tangan Abi

"Gue cape, mau istirahat dulu" ucap Abi melepaskan tanganya yang di tahan.

***

Keesokan Harinya..Sebuah motor berhenti tepat di depan Rumah Resa, Seorang Sopir yang sedang memcuci mobil milik Aldo meperhatikan Abi dan motornya dengan Detail.

"Misii, Resanya ada?"sapa Abi pada sopir Resa

"ooh temenya si eneng ya? Ho-oh ada di dalem jang tunggu aja sebentar lagi juga nongol si eneng mah" jawab sopir Resa yang bernama Kang Dobi dengan logat sundanya, tanpa menunggu sepuluh menit Resa keluar dan menemui Abi.

"nah eta si eneng, nya engges lah akang mau lanjut nyuci mobilna"kata Kang Dobi yang kembali mencuci mobil, Resa hanya Terdiam.

"Nggak mau naik? Yaudah sih kalo mau telat mah"

"Helmnya pake dulu Res" Abi menyodorkan Helmnya kepada Resa, dan Resa memakainya, lalu menumpangi motor milik Abi.

Abi melajukan motornya kecepatan yang cukup pelan, Abi memang seperti itu tidk pernah mengendari motor dengan kecepatan yang kencang maupun sedang Abi hanya berhati hati saja karena itulah prinsip Abi dari dulu dan tidak pernah pudar.

"Res.." ucap Abi memecahkan keheningan saat mengendarai motor.

"Iya" jawab Resa yang sedikit teriak, karena Terlalu bisingnya suara kendaran yang melintas di jalan itu, maklum saja kota Jakarta tidak jauh dari kata Macet, bising, dan polusi.

"Elo mogok ngomong sama gue atau gimana sih?" Tanya Abi

"Ah enggak Bi, Mungkin itu Cuma feeling elo aja kali" Resa menggigit bibir bawahnya karena merasa terlalu kaku.

"ooh yaudah" Kata Abi dengan singkat.

Abi memarkirkan motornya di Tempat Parkir secara teratur, Ternyata nggak sedikit yang memperhatikan Resa dan Abi, tapi sebagian Guru yang datang bahkan salah satu guru yang sedang berjaga di pintu gerbang pun matanya ikut tertuju perhatianya kepada Resa dan Abi, Resa pun Turun dari motor Abi dengan kepala yang menunduk dan helm yang masih terpasang di kepalanya sedangkan Abi hanya memperhatikan Resa sambil melepaskan helm dari kepalanya.

Night Sleep With DreamWhere stories live. Discover now