Happy reading
😎
Budayakan Vote sebelum membaca dan komen setelah membaca
***
Resa terus Membolak – balikan setiap lembar buku yang di pegangnya, ia tak pernah berhenti menatap sekelilingnya, seperti orang ling – lung yang kebingungan harus kemana ia pulang?? Tapi tak berhenti disini seseorang datang dengan memecahkan keheninganya.
"Bel udah bunyi, masih mau kayak gitu terus??" ucap seseorang yang sambil berlalu pergi.
Sebuah sapaan untuk mengingatkan mendarat dan di tunjukan untuk Resa. kata kata itu begitu ajaib bagi resa, seketika senyum di bibirnya mengembang, dan tanpa dia sadari bel udah bunyi sejak lima menit yang lalu, dan resa segera membetulkan posisi duduknya dan mengambil 2 buku sesuai dengan mata pelajaran saat itu, kebetulan sekali pelajaran saat itu adalah pelajaran seni budaya yang notabenya adalah mata pelajaran kesukaanya tapi sayangnya guru mata pelajaran tersebut tidak hadir karena harus rapat dengan seluruh guru, sungguh beruntung memang baginya di tambah hari itu Resa memang sedang tidak mood belajar, keadaan yang hening di dalam kelas terpecahkan oleh seseorang yang sangat pintar dalam membuatnya senyum meskipun orang yang dianggapnya pintar dalam hal membuatnya tersenyum mempunya sifat yang sangat cuek terhadapnya.
"Bi liat tuh cewek cantik cantik ya?? Gebet kali" ucap sesorang cowok dengan nada yang sedikit keras dan penuh dengan candaan cowok itu bernama Arfa.
"ahh apaan biasa aja" suara itu udah ga asing lagi di telinga Resa tapi kedengaran lebih cuek daripada biasanya, Resa akui Abi memang tidak terlalu tampan dan tidak terlalu popular namun namanya cukup familiar di telinga siswa-siswi dengan beberapa kenakalanya hingga membuat banyak murid perempuan menghindari dan menjaga jarak dengan Abi, namun tidak dengan Resa justru dia tidak menjaga jarak sedikitpun entahlah semua sulit terjelaskan mengapa Resa bisa begitu menyukai Abi meskipun harus secara diam diam seperti ini.
"Res, resa" teriak Alice tepat di samping telinga Resa
"woiii bengong aja sih elo?" ucapnya lagi yang berusaha membuyarkan lamunanya.
"Resaa" teriaknya bersamaan Alice, Yuni dan salsa, seketika Resa langsung menutup telinganya dengan kedua tanganya.
"berisik elo" jawab Resa ketus yang langsung mengalihkan pandangan ke sebuah buku novel miliknya.
"yee elo tuh di panggilin malah pura pura budeg"timpal Salsa, dengan sedikit memberi toyoran ke pundak Resa.
"Gue lagi baca kalian aja yang ngeganggu gue"ucap Resa asal.
"iya-iya-iya"balas Alice,Yuni dan salsa bersamaan dengan maksud meng-iyakan apa yang Resa ucapkan.
***
"Abi elo tadi di panggil sama Bu rini suruh ke kantor tuh sekarang katanya" ucap seseorang yang memasuki kelas 2 IPA 2, dia juga satu kelas dengan Resa namun tidak begitu akrab dan hanya sebatas kenal dan teman sekelas namanya April.
Tapi abi mengabaikan kata kata tersebut, sepertinya itu tidak akan mempan jika yang berbicara hanya seorang April.
"Gue rasa elo bakal kena SP lagi deh Bi lagian salah elo juga sih"
"idup ko di bikin susah, masalah mulu idup lo"lanjutnya lagi, tapi masih di abaikan oleh Abi dan hanya memasang wajah datarnya saja dan langsung keluar kelas menuju Ruang BK tanpa basa basi sedikipun.
Resa?? Resa sempat bingung dengan apa maksud yang di katakan April tadi.
"april si Abi kenapa lagi ?? Kasus tawuran?? Ngerokok?? Apa gara gara keGep mojok di belakang sekolah" pertanya itu terus diputar oleh yuni layaknya seorang wartawan yang nggak pernah kehabisan pertanyaanya dan pertanyaan yuni semakin membuat resa penasaran tapi mau gimana lagi Resa harus tetap diam kalo enggak nanti bisa ketauan kalo Resa suka Abi.
YOU ARE READING
Night Sleep With Dream
Ficção Adolescente[SLOW UPDATE] cover by helooones Soal perasaan sulit dikendalikan. Tidak bisa memilih akan pada siapa kita menjatuhkan hati, dimana dan kapan kita akan menjatuhkan hati.
