VI • SAMUDRA GEOVANI

204 114 7
                                    

Jangan lupa vote kawaan!!

° Selamat membaca °

Ratu berjalan menyusuri jalanan kompleknya, angin malam yang terus menerpa kulitnya membuat perempuan itu menyesal tidak menuruti ucapan sang Bunda untuk memakai jaket.

Tubuhnya hanya dibalut baju panjang dengan bahan jauh dari kata hangat.

Celana panjang setelan dengan bajunya setidaknya sedikit membantu kakinya dari angin malam.

Rambutnya ia kuncir kuda dengan beberapa helai keluar dari ikatan. Biasanya dia akan ditemani Raja untuk keluar malam - malam begini.

Tapi tidak apa. Ke supermarket depan komplek dia tidak wajib ditemani cowok itu.

Cemilan dan beberapa minuman persediaannya sudah habis, karena itu ia rela keluar sendirian disaat hari sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.

Atau lebih tepatnya mencari kesegaran disaat hatinya penuh dengan sakit hati. Mematikan ponsel hingga malam hari pilihan terbaik untuk menjauhi Raja.

"Ratu."

Ratu menoleh, mendapati sosok Samudra yang berjalan mendekat. Luka diwajahnya sudah sedikit membaik.

"Tumben malem - malem keluar lo."

Kaki panjang cowok itu menyeimbangkan langkah Ratu.

Ratu tersenyum kecil, menatap sekilas.

"Mau ke supermarket depan."

"Sama, yaudah bareng aja lah."

Ratu mengangguk, matanya fokus menatap jalanan didepan. Tidak menoleh sama sekali untuk menatap Samudra.

Samudra memang satu komplek dengannya, hanya berbeda blok saja. Beberapa kali tanpa disengaja, ia sering berpas-pasan dengan cowok itu.

"Tumben gak sama Raja." Samudra menaikkan satu alisnya penasaran.

"Lagi pergi." Ratu menjawab singkat.

Pasalnya sebelum ia keluar rumah, perempuan itu melihat Raja dan Salma yang pergi bersama. Seperti yang dia dengar sebelum pergi memasuki rumahnya.

Mereka sudah memiliki janji untuk pergi bersama.

"Biasanya lo dipawangin terus." Kekehan kecil bernada sinis itu menggema.

Ratu hanya menggeleng kecil dengan senyum konyol.Raja memang begitu. Selalu mengawasi kemanapun ia pergi.

Tanpa terasa, mereka sudah berada didepan supermarket. Samudra dengan inisiatif membuka pintu terlebih dahulu, membiarkan dirinya masuk.

Ratu tidak memusingkan perlakuan cowok itu, ia hanya tersenyum tanda terima kasih.

Toh dia dengan Samudra tidak memiliki perasaan yang saling terikat.

"Lo mau beli apa?." Samudra mendekat dengan keranjang ditangannya.

Ratu menatap.

"Gue cuman beli sedikit kok. Satu keranjang cukup kan? Atau lo mau dua?." Cowok itu menjelaskan ketika melihat pandangan Ratu.

Ratu menggeleng, "Satu aja cukup."

Tanpa memperdulikan tingkah Samudra lagi, Ratu segera berjalan menuju bagian makanan ringan.

Cowok itu hanya mengikuti dibelakang.

Beberapa makanan ringan sudah didapatkan Ratu, senyumnya mengembang. Lalu berjelan menuju jejeran minuman.

Samudra sudah kembali dari mengambil barang yang diperlukan cowok itu.

Dengan menurut dan mengikuti kemana Ratu pergi, cowok itu terlihat asik saja tanpa mau mengeluh.

RAJA & RATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang