Maksa banget nulisnya, semoga suka ya:))
Haechan tersenyum miris melihat kepergian Somi. Hatinya juga merasa sakit, namun sekali lagi dia tidak berdaya menyelesaikan hal ini.
Nancy yang sedari tadi berceloteh panjang disebelahnya sembari memeluk lengan kanannya sama sekali tidak dibiraukan oleh Haechan. Rasanya telinga Haechan ingin sekali disumbat dengan earphone mendengarkan lagu kesukaannya daripada mendengar ocehan Nancy yang berbicara tentang tas limited edition nya yang baru.
Benar-benar berbeda dengan Somi yang dikenal sebagai perempuan sederhana. Tidak terlalu fanatik akan hal kemewahan, dan juga apa adanya.
Jika Jeno mengetahui apa yang ada dipikiran sahabatnya ini, mungkin Jeno akan meneriaki kata brengsek untuk Haechan. Bisa-bisanya dia setelah apa yang dilakukan malah membedakan baiknya Somi ketika sedang bersama Nancy.
"Chan, itu mereka" seru Nancy menunjuk teman-teman Haechan yang sedang berada di sebuah toko kue.
Mata Haechan mengarah memperhatikan objek yang ditunjuk oleh gadisnya. Lalu mereka segera berjalan menghampiri Renjun dan kawan-kawan.
"Bang Haechan datang!" seru Chenle dengan suara lumba-lumbanya ketika tak sengaja melihat Haechan dan Nancy yang baru memasuki toko kue.
Haechan segera duduk di sebrang Renjun. Posisinya Renjun, Nakyung, dan Chenle berada di satu tempat duduk, sedangkan Jisung yang tadi bersama Somi yang sekarang berganti dengan Haechan dan Nancy.
Renjun hanya melirik sekilas, kembali melanjutkan memakan kue pesanannya.
"Hai Na" sapa Nancy manis yang dibalas oleh Nakyung yang kebetulan teman sekelasnya.
Chenle menyeringai menatap Jisung yang juga menatapnya, "Kita jadi obat nyamuk dua pasang orang yang lagi pacaran." ujarnya sembari menekankan kata 'pacaran', bermaksud menyindir.
Haechan melirik Chenle yang memainkan ponselnya, dia sadar akan sindiran itu lebih memilih diam.
"Jun, kuenya udah?" tanya Haechan menatap Renjun yang masih setia tidak menatapnya.
Renjun menganggukan kepala, "udah" jawabnya dengan nada sedikit ketus.
Seketika suasana menjadi hening saat merasakan aura tidak enak dari sekitar Renjun. Nakyung yang berada disebelahnya hanya mengelus punggung tangan Renjun meminta untuk sabar.
Nancy yang semula diam hanya mengamit tangan Haechan menatap sekeliling menyadari sesuatu. "Eh, kalian cuma berempat, ya?"
Jisung menoleh begitupula dengan Chenle. "Iya, Somi udah pulang" celutuk Renjun tanpa menatap lawan bicara.
Haechan menunduk karena sadar Renjun yang sedang dalam mode tidak bisa diajak untuk baik-baik.
Nancy hanya mengangguk, "Kenapa dia pulang?" tanyanya dengan nada seakan mengejek. Renjun menghela nafas karna sadar dengan maksud Nancy.
"Yuk cari kado titipan mama Jeno" ajak Renjun berdiri dan langsung keluar toko yang diikuti Chenle dan Jisung.
Haechan dan Nancy juga ikut berdiri, begitupula dengan Nakyung yang menatap Haechan sekilas lalu berlalu begitu saja.
Mereka akhirnya memasuki toko sepatu, memilih sepatu yang cocok untuk Jeno sebagai hadiah ulang tahun dari mama nya.
Haechan mendekati Renjun yang memilih sepatu dengan kebingungan. Renjun hanya melirik, kembali memperhatikan detail sepatu yang berada di tangannya.
"Bagusnya sepatu sport atau sepatu biasa, nih?" tanya Haechan memecahkan keheningan diantara mereka.
"Sport bagus, terlebih badan Jeno atletis" sahut Renjun santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] Remorce | Haechan . Somi
Fanfic(✓)•••• Jangan sampai melewati kesempatan kedua yang berakhir dg kata 'sesal' ©marklejen, 2020
![[✓] Remorce | Haechan . Somi](https://img.wattpad.com/cover/187308764-64-k293165.jpg)