12

92 15 0
                                    

Seminggu setelah acara pensi HUT kampus, kita bertujuh jarang ngumpul lagi karena anak anak pada repot sama urusannya masing masing.

Mas Johnny dan mas Adrian yang mulai sibuk ngerjain skripsinya lagi, mas Jeff dan Nathan yang sibuk ngurus lomba debat yang bakal diadain kampus bulan depan, dan mas Tian yang jadwal pemotretannya padat merayap selama sebulan ini.

Pagi ini gue lari larian ke kelas dengan kondisi yang bisa dibilang acak acakan. Gue ada kelas pagi dan begonya gue malah bangun kesiangan.

Nathan bolos karena semalem dia pulang rapat pagi dan akhirnya kecapean, Nino katanya masuk tapi gue telfonin dari pagi gak nyaut nyaut, fix sih ini dia ketiduran.

Gue hanya mendengus kesel saat gue liat lewat kaca kecil di pintu kalo di dalem kelas udah ada Pak Sean, dia dosen muda yang ganteng tapi killer. Jadi daripada gue dipermalukan di depan kelas mending gue bolos aja.

Sialan emang, hari ini gue gak ada mata kuliah lain. Sia sia gue lari larian ke kampus sampe ngos ngosan. Gue butuh minuman biar gue bisa agak tenang dan akhirnya gue melangkah gontai menuju kantin.

Sampai di kantin bukannya langsung beli minum, gue malah makin capek liat antrian yang panjang banget. Gila gue gak bisa nunggu selama itu.

"Jessica" teriakan seseorang dari dalam kantin yang melambaikan tangan kanannya ke arah gue mengalihkan perhatian gue dari antrian panjang.

Gue liat disana ada mas Jeff dan teman temannya, mungkin teman organisasi atau apa gue juga kurang tau. Gue menuruti mas Jeff buat nyamperin mereka.

"sini duduk" katanya waktu gue udah sampe di mejanya dan gue langsung duduk. Gue gak peduliin tatapan sinis cewek cewek yang ada di kantin, udah keburu capek.

Gue cuma senyum ke temen temen mas Jeff biar gak canggung canggung banget, dan mereka juga gak keberatan gue duduk gabung sama mereka.

"kamu bukannya ada kelas? kok disini?" tanya mas Jeff.

"kesiangan" jawab gue "minuman kamu yang mana mas?"

"ini" kata mas Jeff menunjuk segelas lemon ice yang sisa setengah dengan dagunya yang langsung gue minum tanpa banyak babibu.

"lah lah haus banget? aku pesenin lagi ya?"

"gak usah mas, kelamaan, antri panjang" jawab gue lalu menopang dagu dengan sebelah tangan gue.

"kok lemes gitu? belum sarapan?" tanya salah satu teman mas Jeff yang gue tau namanya Meka.

"belum mas tadi buru buru" gue mulai merasakan hawa yang nggak enak di kantin. Seolah semua mata tertuju ke gue.

"mas aku duluan deh ya udah gak ada kelas lagi soalnya" kata gue ke mas Jeff seraya bangun mau pulang.

"aku anterin, sekalian kita sarapan dulu" kata mas Jeff kemudian yang gue jawab dengan anggukan.

"gue duluan guys nanti gue kabarin lagi, thank you waktunya" kata mas Jeff ke temen temennya dan gue cuma senyum ke mereka buat pamitan.

"yoi ati ati bro" jawab mereka kompakan.

Mas Jeff merangkul bahu gue dan kita berdua berjalan menuju parkiran. Mas Jeff bukain pintu mobilnya buat gue dan gue tau semua perlakuan mas Jeff gak luput dari pandangan iri cewek cewek di sekitar kita.

"kamu mau makan apa?" kata mas Jeff setelah dia mulai jalanin mobilnya.

"pengen bubur ayam biasanya"

"iyaa" katanya sambil senyum denger jawaban gue yang tumbenan gak rewel soal makanan.

Sesampainya di warung bubur itu kita gak banyak ngomong, cuma mas Jeff sesekali nanya gimana kuliahnya akhir akhir ini.

CircleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang