-Episode 08- (Di hukum)

544 109 4
                                    

Adzan shubuh berkumandang. Membuat tidur Fariz terusik. Ingin sekali ia menghentikan suara Adzan nya. Bodoh bukan?.

Fariz menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut. Dan menutup telinga nya dengan bantal.

Ia marah jika tidur nya terganggu. Apapun itu menganggu kenyamanan Fariz. Seperti saat ini ia kesal.

Bima terus mengguncang tubuh Fariz hingga cowok itu tersungkur di lantai.

Bruk..

Terlihat Fariz meringis kesakitan dan kesal pada teman satu nya ini. Fariz menarik kerah baju kokoh Bima.

Membuat nyali Bima menciut dan angkat tangan. Meminta maaf.

"Sekali Lo gini. Gue tebas Lo!"

Sinis nya kemudian Bima mengangguk ngangguk dan merapikan kembali baju nya yang sedikit berantakan ulah Fariz.

"Lagian kamu udah tau Adzan malah tidur lagi"

"Siapa gue Lo!?" Kesal nya.

Astagfirullah sabar. Batin Bima.

"Kamu tinggal di sini tujuan nya apa?"

"Cari cewek"

"Serius jangan bercanda"

"Gue gak tau lah. Orang gue kesini terpaksa sama bokap nyokap gue"

"Berarti orang tua kamu bawah kamu kesini. Ingin supaya kamu berubah"

"Gue bukan power rangers yang bisa berubah itu"

"Ya ampun. Maksud nya itu berubah menjadi yang lebih baik"

"Gue udah baik ngapain harus baik lagi" Nyolot nya.

Bima pun menggeleng kepala. Bingung sama Fariz.

"Udah ayok sholat"

Fariz memutar bola mata nya jengah. Ia langsung ke masjid tanpa wudhu tanpa mandi tanpa kopyah tanpa sajadah. Bima hanya beristigfar dalam hati.

"Kamu wudhu dulu Fariz"

"Males!!"

Bima malas berdebat lagi dengan Fariz ia hanya pasrah menuruti Fariz.

Fariz berjalan beriringan dengan Bima menuju masjid. Banyak para santri dan santriwati memandang Fariz dengan tatapan aneh.

"Gue sleding juga Lo!! Lihatin Mulu!"

Seketika mereka mengalihkan pandangan nya. Fariz beralih menatap Bima yang berada di samping nya.

"Heh!! Lo tau cewek yang kemarin di lapangan maju itu?"

"Yang mana? Kan banyak yang maju"

"Yang mulutnya di tutupin"

"Cadar itu nama nya"

"Ya itulah mana gue tau gue aja bukan anak pesantren. Gue anak jalanan"

"Kenapa emang nanya gitu?"

"Gue pengen tau nama nya"

"Aisyahnissa Azzahra nama lengkap nya panggilan nya Nissa. Ia salah satu santriwati terbaik di sini"

"Oh, cantik ya. Lo kenapa gk naksir?"

"Dia nggk mau deket cowok"

"Yayalah orang lo jelek"

"Jangan jangan kamu lagi Riz yang naksir dia"

"Diem Lo!"

***

Nissa dan kedua sahabat nya sedang berjalan beriringan menuju masjid.

The Black Veil Girl (GadisCadarHitam)✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang