KABOERR

868 131 10
                                        

Sebelum itu, Author mau curhat.
 

Jadi, gua mau nanya. Yang baca cerita ini sebenarnya berapa banyak sih? Kok gua lihat, yang baca malah 11 kali lipatnya daripada votenya. Syukit :"(

 

Udah ah segitu aja. Hehe

Votement, juseyo!


 

"Btw...."

Semuanya perhatian ke kamu, kamu jadi salting. Tapi, kamu langsung menepis ke saltinganmu dan berbicara.

"...ada yang tau nggak kakak-kakak kita gimana sekarang?"

Kasuki langsung nepuk jidat, "ya kagaklah, lo kira kita punya indra ke 11?"

/mana ada indra ke 11 sayang?/

"Yaaaa, siapa tau..."kamu cemberut

"Ki, jangan gitulah."
"Teman kau sendiri Ki."
"Kakanda kecewa sama kamu."

"Heh lo pada, diem deh." Kasuki melotot ke tiga bocah di depannya

 
Haechan, Jaemin, dan Renjun langsung nutup mulutnya. Serem cuk...

Abis itu, nggak ada lagi. Kamu jadi mainin seprei yang ajaibnya ada di kamar mandi. 

Trio J (Jaemin, Jeno, Jisung) lagi main petak umpet dan Jeno yang jadi penjaga. 

Renjun dan Chenle malah tiduran di pahanya Erin, ekhm. 
 
Haechan dan Kasuki dengan errornya berusaha motret Jiu agar keliatan di fotonya.


/u know lah, hantu mana ada yang bisa di foto./



Tiba-tiba, kepala Erin pusing. Renjun dan Chenle jadi kebangunan gegara paha sang pemilik bergerak, apalagi Jisung sampe kesandung dong.


/jangan mikir aneh kalian!/


"Napa lo!? Jangan bikin orang panik wehh"-Renjun

"Pusing marmut!" sempet-sempetnya ngegas saat pusing
 

Otomatis yang lainnya jadi natap Erin yang mulai mijet palanya. Ya masa mijet Renjun, lucu.


"Lo napa?"tanya Haechan

"PUSING OI UDAH DIBILANGIN"-Erin

"Waduhh, bahaya nihh" Kasuki tau kalo Erin lagi begini
 


Tiba-tiba Jiu mulai menghilang, meninggalkan sebuat kertas kecil. Kamu pun memungut kertas itu lalu membacanya.


"Cepat kabur dari sini! Kalau kalian masih disini, kalian bakal terjebak selamanya! Masih ada dua jam sebelum gerbang ditutup, CEPAT!"




Tiba-tiba bangunan ini bergetar, kalian mulai panik. Atap-atap dan dinding mulai runtuh, terlihatlah pemandangan di luar yang mulai memerah.


Jadinya, kalian mutusin agar kabur dari sini. Erin digendong ama Jeno, lalu Haechan yang mimpin jalan.


"GIMANA NIH??"tanya Haechan

"Mana tau!"


Tiba-tiba, dua orang pun berlari mengarah kalian. Saat mendekat, terlihatlah Jaerin dan Mark dengan muka pucat mereka.

 
"Kak Rin!" Kamu pun mendekati Jaerin dan Mark

"Yang lainnya udah nyusul di bawah, kita harus ke lantai dasar!"-Mark 

[✔] withem? °NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang