BAB IV - Malam penuh cinta

8 2 0
                                        

   Keesokan harinya, Rama bertemu dengan Sarah, yang masih dengan sifat pemalunya terhadap Sarah, ia hanya melakukan obrolan-obrolan ringan, dan syukurnya mendapat tanggapan baik dari Sarah. Setelah beberapa hari ia melakukan pendekatan kembali. Rama akhirnya mengajak Sarah untuk ber-kencan pada malam yang panjang, Rama mendapat jawaban baik, Sarah meng-iyakan ajakan Rama.

      Untuk pertama kali nya mereka berkencan, Rama mengajak Sarah ke Botanical Park salah satu taman terkenal di Yunani, mereka

'menikmati malam indah bersama, bersama rembulan dan lintang yang amat mempesona.'

Pada kencan pertama itu, Rama menceritakan perjalanannya dari awal sampai akhir, bagaimana bisa mencintai nya dan mampu bertahan bertahun-tahun lamanya, dan sedikit obrolan-obrolan riang nan amat nyeleneh, dan membuat perut begah.

   Malam memisahkan kebersamaan mereka, mereka dibubarkan secara paksa oleh malam yang amat kejam. Sesampainya Rama di kediamannya, hanya senang yang ia rasakan, dalam pikirannya, hanya ada nama Sarah yang selalu terngiang-ngiang, sampai ia terlelap pun, hanya ada nama Sarah yang terselip dalam pikirannya, bahkan sampai ia terlelap dari tidurnya.

   Pagi tiba, tak ada hal lain yang dipikirkan Rama selain memikirkan Sarah. Rama bergegas untuk bekerja dan tak lain untuk bertemu Sarah. Sesampainya ditempat kerja, Galen bertanya-tanya terhadap kedatangan Rama,

-ada apa Rama kesini, ah mungkin ia hendak menemui Sarah-

Rama pun masuk kedalam kantor, ia duduk ditempat biasa dia kerja. Galen  langsung menepuk Rama dan berkata padanya

"kau kerja dimana sekarang ?"

Rama terkejut, dia langsung kalang kabut dan merasa sangat malu dikantor itu, semua tertawa dengan keras menertawai Rama, apalagi Sarah, ia tertawa sangat keras, sampai menggilitik badan, dan berkaca-kaca matanya.

   Dua minggu berlalu dari kencan pertamanya, hubungan mereka masih terjaga dengan hangat. Rama pun kembali mengajak nya untuk berkencan diakhir pekan. Ranpa berpikir panjang, Sarah langsung meng-iyakan ajakan Rama. Pukul tiga sore mereka berangkat. Menelusuri sudut kota Athena, menikmati syafak nan indah dikala senja. Cukup lama mereka mengitari sudut kota Athena, Rama menepi disuatu kedai kopi yang terpancar syafak nan sungguh istimewa kedalam kedai tersebut, mereka berdua berbincang dengan hangat bersama teh hijau pesanan mereka disertai syafak nan begitu indah, tak terasa syafak kian tenggelam menuju cakrawala, awan pun kian menghitam.

   Saat mereka hendak melanjutkan perjalanan nya ke museum untuk menonton pementasan drama Filsafat Yunani Kuno, Rama bertanya kepada Sarah,

“Sarah, apakah kau ingin mendengarkan sebait sajak yang ku persembahkan untukmu ?”

dengan pancaran senyumnya yang mempesona ia menganggukkan kepala nya, dengan senang hati, Rama membacakan nya meskipun ia tersipu malu,

“puan, percayalah, Kita menikmati kehangatan karna kita pernah dalam
kedinginan. Kita menghargai cahaya karna kita pernah dalam kegelapan. Maka begitu
pula…
Kita dapat bergembira karena kita pernah dalam kesedihan.
Kita mendapatkan cinta, karena kita sudah memperjuangkan. Puan, semoga sejahtera mengiringimu”.

Hanya senang yang terpancar dari wajah Sarah setelah Rama membacakan sebait sajak nya saat itu.
     
   Mereka pun bergegas untuk menyambangi museum arkeologi dan menyaksikan pementasan drama filsafat Yunani Kuno. Sampai lah mereka di museum, mereka berkeliling museum dengan obrolan-obrolan hangat mengenai sepengetahuan filsafat mereka, Rama mengucap syukur dan berdoa dalam hatinya

-Tuhan, sungguh indah kebahagiaan ini, kau telah mempertemukan kami, jadikan dia pasangan hidupku untuk selamanya Tuhan, sehat sentosa untuk kami, aamiin-

Distorsi ArahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang