Pagi datang, Galen berangkat kekantor dan ia langsung mencari Sarah untuk memberitahukan kabar dari Rama. Sarah pun sama, mencari Galen untuk menanyakan tentang Rama. Galen dan Sarah akhirnya tidak bertemu karena jam kerja sudah dimulai, akhirnya mereka bertemu di sebuah tempat makan disaat jam istirahat. Mereka saling berbicara, akhirnya Sarah dipersilahkan untuk berbicara terlebih dulu
“ada apa dengan Rama len, mengapa handphone nya tidak aktif?”
Galen langsung menanggapinya
“nah perihal ini yang ingin aku sampaikan padamu Sar”
Sarah tak sabar mengetahui keberadaan Rama
“apa Len, ada apa?”
Galen langsung menjawabnya
“handphone Rama hilang Sar, sekarang dia di Indonesia, sahabat nya, Rumi meninggal dunia”
–dengan kesedihan diwajah Sarah-
“kemarin dia menceritakan sahabat nya kepadaku, dia teringat Rumi pada saat kita berdua kemarin malam len. Benar saja, sepertinya telepon yang diangkat Rama itu kabar tentang Rumi”
Setiap hari Sarah selalu termenung karena tak kunjung ada kabar dari Rama, Sarah masih menantinya dengan sabar. Saat dikantor Indi dan Agatha bertanya-tanya pada keadaan Sarah saat ini, Indi menanyakan hal ini kepada Agatha
“ada apa ya dengan Sarah, mengapa dia terlihat sangat sedih. Seperti sedang memikirkan sesuatu”
Agatha pun sama, bertanya-tanya atas keadaan Sarah
“aku pun tak tahu hal itu di”
–indi dan Agatha pun menghampiri Sarah dan menanyakan hal tersebut-.
Indi membuka pertanyaan kepada Sarah
“kamu kenapa sar, sepertinya kau sedang gelisah, cerita lah pada kami”
Agatha menambahkan obrolan Indi
“iya sar cerita lah”
-Sarah pun akhirnya menceritakan masalahnya-
Sarah bercerita diluar masalah terlebih dulu. Sarah akhirnya memberitahu pada teman-temannya bahwasa pada minggu petang saat mereka sedang berjalan santai dikota, Rama menyatakan cinta nya pada Sarah dan saat itu mereka sudah mempunyai ikatan lebih
–Indi dan Agatha terkejut mendengar itu-
belum sempat Sarah melanjutkan ceritanya. Agatha langsung memotong obrolan Sarah
“terus apa yang sedang kau pikirkan saat ini sar?”
Sarah dengan mengerutkan mukanya, karena kesal bercampur sedih
“aku belum selesai bercerita, kamu malah memotong obrolan ku. Jadi gini, Rama sekarang sudah tak di Yunani lagi, ia pulang ke Indonesia karena ada berita duka menimpanya dan juga handphone Rama hilang, sampai kini ia belum juga mengabariku”
dengan muka ketus Indi menanggapi cerita dan obrolan Sarah
“Sebenarnya aku tak suka dengan Rama, aku tidak yakin ia akan bertahan dengan-mu, apalagi Rama sekarang di Indonesia, tak ada kabar lagi.”
Agatha membantah obrolan Indi
“kamu jangan memperkeruh keadaan Sarah indi. Aku tahu Rama, selama ini dia selalu bercerita padaku, kecuali perihal jika Rama sudah menyatakan cintanya pada Sarah. Bahkan dia selalu mencari tau informasi tentang Sarah padaku sebelum-sebelumnya. Aku rasa cinta dia sangat tulus pada Sarah. Dan Sarah kamu harus percaya pada Rama ia pasti akan kembali padamu.”
–Agatha memeluk Sarah sebagai cara untuk meyakini cinta Rama kepadanya. Namun Indi malah tambah memperkeruh keadaan Sarah-
“kau tahu lelaki jaman sekarang kan ?. satu pesan ku jangan kau terlarut-larut padanya sar.”
( jam istirahat pun tiba )
–indi langsung merangkul Sarah untuk pergi kekantin- .
Sudah satu bulan lebih Sarah tak mendapat kabar dari Rama. Sarah tak pernah berhenti menanyakan kabar Rama kepada Galen.
Pada suatu hari disaat jam kerja, berdering handphone Galen, ternyata itu panggilan dari Indonesia. Galen sudah menduga sepertinya ini panggilan dari Rama, benar saja bahwa itu panggilan dari Rama. dengan spontan Galen berteriak memanggil Sarah.
“Sarah tuanmu dating lewat telepon”
Sarah dengan wajah girang bahagia dan sedikit haru langsung menghampiri Galen dan merebut handphone Galen dari genggaman tangannya, mereka berbincang lewat telepon, mereka melepas rindunya lewat telepon. Sampai-sampai seluruh pekerja di kantor tertuju pada Sarah. Lalu Rama meminta nomer Sarah lewat telepon itu, karena Rama tahu pasti saat itu sedang jam kerja, dengan penuh keterpaksaan Rama meminta untuk menutup teleponnya
–wajah Sarah tiba-tiba ketus saat itu-.
Suara Rama dalam telepon
“nanti aku telepon kamu, kamu lanjutkan pekerjaan mu puan” “baiklah tuan, aku tunggu ya...”
Setelah Sarah mendapat kabar dari Rama, Agatha langsung nyeletuk kepada Indi
“sudah kubilang di, Rama itu tulus hehe”
dengan wajah ketus Indi ia menanggapi perkataan Agtaha
“liat saja nanti.”
Mereka pun kembali bekerja, selama dikantor pada hari itu Sarah tak henti tersenyum ia pancarkan senyuman manisnya dan terpancar kebahagiaan yang amat mendalam pada senyumnya itu. Meskipun hanya lewat suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Distorsi Arah
RomanceSebuah novelet dari Goresan palamara, yang semoga, bisa meluluh-lantahkan hati para hadirin semua. Selamat membaca 🌹 ... Ke-tidak pedulian-nya Rama di bandara, saat mereka berjumpa pertama kali. Tak disangka mereka dipertemukan kembali dalam satu k...
