Mentari pagi terbit di akhir pekan, Rama terjaga menghirup udara segar dengan sisa-sisa kebahagiaannya semalam, ia beranjak dari kasurnya menyiapkan sarapan dan dua gelas susu untuknya dan Galen, setelah menyiapkan sarapan ia langsung membangunkan Galen yang sangat susah dibangunkan, akhirnya Galen pun terjaga dari tidurnya, Rama kembali ke meja makan untuk menyantap sarapan yang sudah ia siapkan. Rama tiba-tiba berkhayal
'alangkah indah nya dunia ini jika aku menjadi Galen, dan aku menjadi Sarah, seolah-olah Sarah menjadi istriku, menikmati sarapan terlezat seantero bumi'.
Galen tiba dimeja makan, ia merusak khayalan Rama terhadap Sarah. Dengan muka kesalnya Rama karena khayalan nya dirusak Galen, tiba-tiba Rama tersenyum-senyum sendiri. Galen menanggapi perilaku Rama
"kau gila ya, masih pagi sudah senyum-senyum gajelas gitu"
Rama menanggapi ucapan Galen dengan lantang, dan mata melongo keatas
"diam kau, aku sedang membayangkan Sarah berada disini dan menyiapkan sarapan untukku, diminggu pagi yang diselimuti udara sejuk seperti ini ( sambil senyum-senyum )".
Setelah sarapan sudah dinikmati, Rama dan Galen beranjak ke halaman rumah dan mengajak Galen untuk berbincang sambil menikmati kopi & menghisap tembakau, karena jarang sekali mereka ada waktu berdua. Di halaman rumah mereka berbincang dengan hangat bersama kopi dan tembakau, membicarakan perihal pekerjaan, keluarga di Indonesia dan sedikit kisah romansa yang sedang dijalani Rama. Galen menanyakan kepada Rama perihal hubungan nya dengan Sarah
"bagaimana dengan Sarah, adakah kabar baiknya?"
dengan penuh bangga Rama menjawab pertanyaan Galen
"kabar baik perihal kedekatan ku dengan Sarah sudah terjalin, namun ada yang belum tersampaikan"
Galen menanyakan hal yang belum tersampaikan tadi
"apa yang belum tersampaikan?"
dihadapkan muka Rama kehadapan Galen
"aku sedang menunggu waktu yang tempat untuk menyatakan cintaku padanya"
Galen meringis berbalut bahagia, dan memberi saran pada Rama
"sebaiknya cepat kau nyatakan cintamu kepadanya, sebelum terlambat, karna kita tak mengetahui apa yang terjadi kedepannya"
Matahari mulai naik ke langit, menyinari seisi kota Athena. Rama sangat bingung diakhir pekan seperti ini, ia tak bisa diam didalam rumah, ia menikmati ketenangan rumah yang hanya rebahan, nonton tv, makan dan lain-lain. Raga rama bergejolak untuk meminta keluar rumah, akhirnya ia mengajak Galen untuk berjalan-jalan menyusuri kota Athena. Pergi lah mereka berdua berjalan kaki sambil menikmati selinting tembakau disela-sela jari mereka. Setelah sampai mereka ditengah kota mereka bersantai sejenak di sebuah kedai kopi yang berada ditengah kota dan menghadap ke jalanan, seketika mereka melihat tiga wanita Indonesia yang bertemu di bandara saat pertama kali mereka sampai di Yunani, tak lain dan tak bukan, tiga wanita itu adalah Sarah, Indi dan Agatha
( siapa lagi kalo bukan mereka hehe ).
KAMU SEDANG MEMBACA
Distorsi Arah
RomantikSebuah novelet dari Goresan palamara, yang semoga, bisa meluluh-lantahkan hati para hadirin semua. Selamat membaca 🌹 ... Ke-tidak pedulian-nya Rama di bandara, saat mereka berjumpa pertama kali. Tak disangka mereka dipertemukan kembali dalam satu k...
