Sebelum awan menghitam, mereka semua bergegas untuk pulang kerumahnya masing-masing dan beristirahat karna esok mereka kembali bekerja. Diperjalanan pulang Rama dan Galen, Galen bertanya kepada Rama
"sudah kau lakukan apa yang kuperintah tadi ram?"
Rama menjawab dengan cengengesan bahagia nya
"kabar baik len ( rama merangkul Galen saking bahagianya ) , terima kasih Tuhan terimakasih Galen, dan terimakasih Sarah ( dengan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya ), saat ini hubungan ku dengan Sarah sudah berada dalam satu ikatan Len, akan kujaga dia dan kusayangi dia, dengan ketulusan cintaku"
Galen ikut bahagia mendengar itu semua, dan memberi ucapan cinta padanya
"selamat kawan, jangan kau sia-siakan dia, perlakukan dia seperti tuan putri, sebagaimana kau memperlakukan bunda-mu, tapi tetap bunda nomer satu. Tapi ada satu yang perlu kau ingat, jika kau mulai bosan kepadanya, kau kembalikan ingatanmu bagaimana perjuanganmu untuk mendapatkannya Ram".
Masih dengan kebahagiaan Rama, Rama menjawab dengan lantang
"itu sudah pasti kawan, akan kujaga dia sampai akhir hayat, meskipun aku tak tahu ia jodohku apa bukan"
Galen meng-aamiinkan ucapan Rama, Rama pun meng-aamiinkan nya.
Di perjalanan pulang, hanya senang yang dirasakan Rama, jalanan seakan ditingggalkan oleh seluruh insan. Sesampainya mereka dirumah, sebelum masuk kedalam didepan pintu rumah, Rama berkata kepada Galen
"izinkan aku berpuisi sebelum kita masuk kedalam rumah"
Galen menyautinya dengan senang hati
"haha mentang-mentang sedang kasmaran, cepatlah aku dengarkan dengan senang hati Ram"
Rama pun membacakan puisinya
" Sarah, 'percayalah, bahwasanya...
takkan sanggup matematika menghitung rasa dihatiku, Telah tandus tinta menuliskan rasa dibenak-ku.'
( dengan penuh riang yang terpancar dari wajah Rama setelah membacakan puisi untuk Sarah dihadapan Galen )".
Galen tersenyum-senyum dan ikut berbahagia setelah Rama membacakan puisinya. Lalu galen merangkul Rama dan mengajaknya masuk kedalam rumah.
Galen dan Rama masuk kedalam kamarnya masing-masing. Sebelum Rama beranjak ke atas kasur ia ke kamar mandi dulu untuk cuci muka, sikat gigi dan cuci kaki sambil bernyanyi lagu cinta didalam kamar mandi. Setelah itu, ia beranjak keatas kasur dan menyalakan handphone nya, yang tak lain untuk mengirim pesan kepada Sarah.
( Obrolan dalam pesan Rama dan Sarah )
" sarah..."
dengan cepat Sarah membalas pesan Rama
"iya Rama..."
Rama mengajak kencan pertamanya dalam ikatan barunya
"Sabtu malam untuk minggu ini apakah kamu ada waktu kosong?"
Sarah menjawab pesan Rama seolah-olah ia tak paham yang dikatakan Rama dalam pesan itu haha
"sabtu malam itu, malam sabtu apa malam minggu ram hehe"
Rama pun menganggap, jika Sarah memang tak mengerti oleh perkataan nya itu
"malam minggu Sarah, kan akhir pekan"
Sarah tertawa kecil ketika Rama tak menyadari bahwa ia hanya pura-pura tak paham
"oalah malam minggu, sedikit rancu ya antara malam sabtu dan sabtu malam haha"
dengan daya pikir Rama yang lamban ia malah menanggapi kepura-puraannya Sarah
"iya juga ya sar hahaha, bagaimana kosong ga nih"
Sarah semakin melantangkan tertawanya diatas kasur, sambil membalas pesan Rama
" hahaha, tenang saja, kosong ko Ram, malam minggu itu kan sebuah ritual untuk semua insan. Dimana, semua beramai-ramai menikmati malam yang panjang di akhir pekan haha"
terangkat bibir Rama tersenyum, setelah membaca pesan Sarah
"bisa aja kamu, oke deh nanti aku menjemput mu jam tujuh malam ya"
Dengan kelembutan suara Sarah jika dibayangkan hehe, ia membalas
"siap tuan hehe"
Rama mengucapkan salam dan selamat diakhir obrolan mereka di chat
"sampai bertemu Puan, selamat tidur, semoga bunga tidur nan indah menghampiri yaa". Rama pun tertidur lelap dengan bayangan Sarah, begitupun dengan Sarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Distorsi Arah
RomansaSebuah novelet dari Goresan palamara, yang semoga, bisa meluluh-lantahkan hati para hadirin semua. Selamat membaca 🌹 ... Ke-tidak pedulian-nya Rama di bandara, saat mereka berjumpa pertama kali. Tak disangka mereka dipertemukan kembali dalam satu k...
