BAB VIII - Kabar Duka

2 0 0
                                        

   Mereka kembali kedunia kerja nya masing-masing. Dikantor, Sarah tak henti-henti memikirkan Rama, karena ia sudah tak satu kantor lagi. Sedangkan Rama masih mencari pekerjaan baru karena dia sudah tak punya pekerjaan lagi. Setiap hari dia hanya mengelilingi kota dan mencari informasi seputar pekerjaan. Sampai lah di akhir pekan, pada malam minggu. Malam itu Rama dan Sarah akan berkencan. Jam enam lewat tiga puluh Rama bergegas menuju Rumah Sarah untuk menjemputnya dengan pakaian casual klasik nya dan sedikit wewangian pada tubuhnya. Begitupun dengan Sarah, Sarah berdandan dengan anggun dan menggunakan warna dominan merah pada tubuhnya.

      Rama tiba dikediaman Sarah dan mereka memulai perjalanan nya dimalam itu. Rama mengajak Sarah ke Santorini, Santorini merupakan tempat romantic terkenal di Yunani bahkan di dunia. Tiba lah mereka di Santorini, memakirkan kendaraannya dan mulai mengelilingi Santorini dengan keindahan pantai dan bangunan-bangunan klasik berdominan warna putih beserta kunang-kunang yang menyinari seisi Santorini. Rama dan Sarah duduk di sebuah Rumah yang menjual sedikit alcohol dan kopi untuk para pengunjung yang menikmati keindahan Santorini, mereka bertukar cerita, mereka bercengkrama menjaga hangatnya kebersamaan, ditengah-tengah obrolan mereka, setelah Sarah bercerita, Rama gantian bercerita. Rama menceritakan kisah keluarga nya, masa lalu nya yang amat kelam dan amat sedih. Sarah mendengarkan dengan jelih setiap perkataan yang terlontar dari mulut Rama, seketika Sarah meneteskan air matanya ditengah obrolan Rama, Rama menghentikan obrolannya menghapus air mata Sarah lalu menanyakan Sarah
“mengapa kau menangis?” 
Sarah menghapus air matanya
“selesaikan cerita mu dulu rama”

Rama dengan rasa bersalahnya, sambil mengusap air mata Sarah

“kau sungguh tak apa?”

Sarah mengangkat bibirnya, dengan mata berlinang

“cepat tuan”

Rama melanjutkan ceritanya. Diakhir cerita Rama membicarakan sahabat nya di Indonesia yang sedang terkena penyakit dan sekarang masih terbaring di rumah sakit, sahabatnya Rama ini memang sahabat dari lahir, Rama dan sahabatnya selalu bersama, mulai dari tk, sd, smp, sma sampai kuliah, namun mereka dipisahkan setelah diwisuda s1. Hubungan mereka sudah melebihi apapun, sampai-sampai tak bisa didefinisikannya lagi. Diakhir cerita Rama mengucapkan sebuah kalimat untuk sahabat nya dihadapan Sarah

“jangan pisahkan alam ku dengan nya tuhan dan sampaikan rindu ku padanya. Aamiin”

Sarah ikut meng-aamiinkan kalimat terakhir Rama.
     
-sambil mengusap air matanya-

setelah Rama selesai bercerita, ia termenung cukup lama, Sarah memeluknya dengan erat dan mengusap-usap kan bahunya.

       Setelah itu gantian Sarah kembali bercerita, Sarah menceritakan perihal keluarganya, rama mendengarkan setiap ucapan Sarah, seperti Sarah mendengarkan cerita Rama tadi. Rama pun ikut bersedih setelah mendengarkan cerita Sarah, namun Rama sebagai lelaki ia pintar menyembunyikan nya, setiap kali dia meneteskan air mata kepipinya ia langsung berbalik badan. Sarah terus bercerita hingga ia menyetop nya dengan sendirinya. Setelah cerita selesai, Sarah tersenyum haru, Rama pun memeluk Sarah dengan erat, sebagaimana tadi yang dilakukan oleh Sarah kepadanya. Rama memberikan semangat kepada Sarah dan berjanji menempatkan dirinya sebagai lelaki setelah seperti yang diceritakannya tadi, meskipun peranan nya tak bisa digantikan siapapun ia tetap cinta pertama nya dalam hidupnya

      Setelah mereka saling bercerita, mereka menikmati keindahan santorini, Rama membangunkan Sarah dari duduknya dan mengajak Sarah untuk makan malam, Sarah pun meng iyakan ajakan Rama. Rama memberi kata motivasi kepada Sarah

“ puan… melangkah, temukan kebahagiaanmu dan jangan lupa berdoa untuk orang kau cinta”

Sarah menanggapi perkataan Rama dengan senyumannya yang  meluluh-lantahkan hati    

Distorsi ArahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang