Dahlah ya gais capek konflik mulu.
Happy Reading.
Tinggalkan jejak.
Ruang yang dengan keseluruhan putih, sengaja Putra memilih ruang VIP agar Kesya nyaman beristirahat.
Sedari tadi Kesya belum sadar. Putra menggenggam tangan kanan Kesya yang di pasang impus.
"Key ayo bangun" Putra selalu memohon kepada yang maha kuasa.
Ternyata perkataan orang - orang jika usaha tak menghianati hasil itu benar adanya.
Perlahan jari mungil Kesya mulai bergerak. Tidak semuanya tetapi satu persatu. Putra yang menggenggamnya merasakan bergerak akhirnya melihat.
Ia mengecup tangan Kesya.
"Key udah sadar?"
Bodohnya pertanyaan itu malah keluar,sudah tau sadar lalu mengapa menanyakannya?
Kesya mengangguk. Belum semuanya sadar matanya memejam pelan. Merasakan seluruh tubuhnya yang sakit sekali di tambah dengan kepala nya yang teranat pusing.
Kesya memegangi kepalanya. Seolah Putra mengerti dengan kondisinya ia memberikan minum yang terletak di samping nakas.
"Minum dulu Key," Pinta Putra dan memberikan minumnya kepada Kesya.
Kesya menerimanya dengan baik. Setelah menghabiskan setengah air gelas ia mengembalikannya kepada Putra.
"Kalo masih pusing tidur lagi aja key istirahat aja," Saran Putra.
"Gak kok ga terlalu," Jawab Kesya.
"Masih sakit Key?"
"Udah engga kok,mendingan."
"Yaudah tidur lagi."
Kesya menggeleng. "Enggak usah."
"Emm Put?"
"Apa Key?" Jawab Putra.
"Kandungan aku baik - baik aja kan?"
deg.
Kenapa Kesya harus menanyakan hal itu. Hal yang membuat Putra miris melihatnya bahkan Putra juga merasakannya.
Putra melamun akibat pertanyaan Kesya tadi. Kata dokter keadaan Kesya masih belum bisa di sebut sehat karena jika Kesya mengetahui kondisi kandungannya akan membuatbya depresi. Sudah banyak korban yang seperti ini.
"Kandungan kamu ngak papa Key." Ujar Putra yang berbohong.
Maaf Key, aku harus berbohong demi kebaikan mu batin Putra.
Kesya mengangguk dan berucap puji syukur. Ah rasanya Putra jadi merasa bersalah.
Kesya mengelus perutnya yang datar. "Makasih udah mau bertahan."
***
Kini Kesya dan juga Putra tengah berada di taman rumah sakit. Katanya Kesya bosan di ruangan itu yang berbau obat ya namanya juga rumah sakit makanya bau obat bukan restoran yang bau makanan dan minuman.
Kesya duduk di kursi roda yang di dorong oleh Putra. Ia menatap sekelilingnya yang banyak sekali anak kecil. Bahkan ada anak kecil yang bermain bola atau pun lainnya padahal ini rumah sakit.
"Mereka semua terasa bahagia banget ya, beda sama aku." Kata Kesya tiba - tiba.
"Emm beda nya apa memang?" Balas Putra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesya ✔
Teen FictionBagaimana kisah gadis yang baru melangkah sekolah meningkat atas tetapi sudah hamil? Belum di revisi jadi maaf bila ada kata yang tidak jelas. #2 13+ (Agustus 2020) #4 Kesya (Agustus 2020) #5 group (Oktober 2020) "Terima kasih karena kamu yang sela...
