Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Membaca
"Apa! Mau ngomong apa hem? Kesiangan lagi, gitu aja terus." ucap Abian dengan suara penuh ketegasan. Membuat gadis cantik itu menunduk meremas tangannya.
"Aku mau kamu stop maraton apapun itu. Kamu ngga fokus sekolah. Belajar yang bener, biar bisa masuk jurusan apa yang kamu inginin!" ucap Abian dengan suara tegasnya. Lelaki itu pemarah, posesif, sungguh gadis itu sangat muak.
"Udah ya marah marahnya pending dulu." ucap gadis itu. Telinganya panas mendengar ceramahan Abian.
"Akhirnya apa? Di tungguin temen kamu dari pagi. Kamu masih tidur." ucap Abian menatap gadisnya dengan tatapan dalam. Lelaki itu sudah ada sejak pagi tak jauh dari rumah gadisnya. Mana mungkin lelaki itu mengiyakan tanpa membuntuti.
Percayalah orang posesif itu selalu di liputi rasa tidak percaya pada pasangan.
"Abian. Tapi kalau kamu marah terus aku juga kesel." ucap gadisnya dengan raut sebal. Gadis itu menoleh ke arah kiri, di mana mobil lelaki itu terparkir di sana.
"Sleep call, sampai kamu tidur terus berlanjut!" ujar Abian membuat gadis itu menatap kesal. Iya, gadis itu semalam setelah percakapan dengan kekasihnya memilih kembali melihat lihat boyband.
***
"Nanti ada presentasi udah pada paham kan?" ucap lelaki bernama Andi. Ketua kelas 12 IPS 2 kelas yang di kenal susah di atur.
"Udah." ucap teman sekelompoknya.
"Fa, udah kan?" Tanyanya pada Ifa. Sebab gadis itu malas di materi ini, yaitu PKN.
"Dikit." ucap Ifa. Lelaki bernama Andi itu sudah biasa dengan teman satunya. Ia mendekat pada Ifa lalu menanyakan hal apa yang tidak paham.
Andi itu juara umum di angkatan IPS. Sedangkan di jurusan IPA itu Abian, pacarnya.
"Halaman 12."
Lainnya kembali belajar, sedangkan Andi menjadi guru less dadakan untuk Ifa si cewek cantik.
"Udah paham kan?" tanya Andi memastikan.
"Iya."
"Makasih."
"Sama sama, jangan males makannya." ucap Andi mengusap kepala Ifa.
Ifa mendengus."Duh, pacar gue galak."
"Hehe, sorry "ucap Andi setelah sadar dari apa yang dia lakukan."Ran, bawa sisir?" Tanya Andi pada teman cowoknya yang selalu membawa sisir karena belum merasa percaya diri jika belum menyisir rambutnya.
"Bawa," ucapnya melempar pada Andi.
"Gua sisirin." lalu Andi menyisir rambut sebahunya dengan pelan. Biasalah takut ketarik, makannya.
"Duh, Ndi jangan." Menahan tangan lelaki itu yang sudah setengah menyisir.
"Sorry Fa." ucap Andi.
Tak lama guru mapel datang, presentasi pun akan mulai.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possesive Abian
Novela JuvenilNovel bisa di beli di Shopee dan ada versi E-book! IFA SYILA HERMANTYO ( 17 tahun ) satu-satunya gadis yang mampu membuat ABIAN BAGASKARA ( 18 tahun ) begitu tergila gila dengannya. Apapun rintangan dan penghalang yang menerjang, ia akan hancurkan...
