Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Membaca
Target 100 vote, 20 komen. Makasih ya udah nungguin cerita ini. Banyakin yukk, biar tambah pembacanya.
"Oh iya, tadi Bundaku bilang ketemu Mama kamu di mall." ujarnya melirik seorang cowok yang sedang fokus menyetir mobilnya.
"Terus?"
"Ya nggak ada terusannya, Bunda ku cuma nyapa terus basa basi sebentar. Soalnya dibasement Ayah udah jemput." jelasnya lagi. Ia kembali menatap wajahnya di cermin yang ia bawa.
"Bi.."
"Aku bukan Bibi kamu!" sahutnya terdengar agak dingin.
Ifa terkikik sebentar. Ia menyadari kesalahannya. "Aku cantik nggak?" tanyanya melirik kembali.
"Cantik." singkatnya.
Ifa mengambil cermin kecilnya dan menatap wajahnya kembali. "Masa?"
"Iya, Honey." Abian tak heran lagi, sebab hal itu sering terjadi. Cewek suka sekali bertanya dirinya cantik tidak. Giliran dijawab malah tidak percaya. Terus tiba tiba bilang makasih.
"Makasih..." nah kan. Itu biasa, banget.
Tak lama mereka pun sampai pada tempat tujuannya. Pasar malam, ya mereka menghabiskan malam weekend dengan keramaian.
"Kenapa nggak parkir disitu aja, sih?" seru Ifa agak ketus.
"Parkiran mobil di sana udah nggak ada tempat. Disini aja," ucap Abian sekenanya.
"Itu alasan kamu aja, aku liat itu masih ada." ucapnya melirik sinis.
Klik
Abian membuka safety belt kekasihnya itu, sembari mendengar celotehnya.
Cup!
"Ihh! Aku nggak mau dicium!" ucapnya mengusap kasar bekas kecupan di pipi sedikit gembul.
"Fa!" Tegur Abian, menyimpan tangan gadis itu di genggamannya. Ifa memberengut menatap kekasihnya. "Mau balik aja?" tanya Abian lebih tepatnya memberi sedikit ancaman.
Pasalnya yang meminta untuk ke tempat ini adalah gadis berambut sepunggung itu sendiri.
"Enggak, mau!" tolaknya.
"Ya udah," lantas mereka segera turun dan melangkah memasuki area pasar malam. Sebelum masuk mereka membeli karcisnya lebih dulu. Ketika akan menaiki wahana mereka juga harus kembali membeli karcis di wahana yang akan mereka naiki.
Pasar malam, ramai, indah. Ifa bersemangat untuk menjelajahi. Ia tak sabar ingin naik biang lala.
"Kita naik biang lala, yuk! Aku mau naik itu!" ajaknya semangat pada kekasihnya. Abian bukan lagi menggenggam tapi merangkul bahunya sebab keadaan sangat ramai. Ia takut Ifa terpisah darinya.
Jangan ditanya, banyak sekali couple couple memilih tempat ini. "Mau beli sesuatu dulu, nggak?" tanya Abian.
"Udah itu nanti aja. Sekarang naik itu dulu." Menunjuk biang lala yang berputar.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possesive Abian
Teen FictionNovel bisa di beli di Shopee dan ada versi E-book! IFA SYILA HERMANTYO ( 17 tahun ) satu-satunya gadis yang mampu membuat ABIAN BAGASKARA ( 18 tahun ) begitu tergila gila dengannya. Apapun rintangan dan penghalang yang menerjang, ia akan hancurkan...
