Setelah bergabung dengan dunia jingga ini.
Tingkat halu saya jadi mencapai tingkat profesional.
Terimakasih man-teman.
~
Author
" Huaaaaaa! Sakit, jangan diteken begoooo! Eh lo juga dong! Yang pelanan! Woiii! Gue ini luka yah, lo lagi yang pelanan! "
" Dihh! Ngegas bae lo, masih untung kita obatin. " kesal Twitter yang sedari tadi terkena amukan dari Riana.
Jangan ditanya amukan jenis apa yang Riana lakukan. Bukan hanya sekedar kata-kata ngegas yang keluar dari bibir mungil Riana, tetapi juga kekerasan yang berupa cakaran, jambakan, tabokan, dan lain-lain. Jika disebutkan semua mungkin sifat barbarian dari Riana akan di ekspos oleh media masa.
Tapi ya masa bodoh dengan media masa atau sejenisnya, yang Riana rasakan hanya kedzholiman yang tak terbantahkan oleh raganya.
" Gue sakit begooooo! Ini badan gue udah berlubang-lubang. Dan lo ngobatinnya ke nyumpelin tembok pake semen! " teriak Riana bersungut-sungut.
" Lo kayanya terlaku menikmati ngejambak rambut indah gue deh. Yang ngobatinnya kek gitu tuh si Tik-Tok noh! " Riana menoleh sinis pada Tik-Tok yang sekarang hanya cengengesan tidak jelas.
" Udah dong. Ini Facebook jadi keganggu gara-gara kalian, dia masih butuh istirahat yang cukup. " sela Google.
" Lo udah ngga papa kan? " Riana yang ditanya oleh Google pun mengangguk. " Udah ngga papa si, cuma masih perih dikit. " jawabnya lembut.
" Anjayyy! Alus bener, giliran ke kita bacotnya berkoar-koar. Ya ngga Twit? " Twitter mangangguk sembari merangkul bahu Tik-Tok. " Kita punya dosa apa ya? Kita yang baik ini dikasarin terus sama tuh makh- "
" RIANA!!! OKEY? " Twitter terkekeh sembari menampilkan giginya.
" Ehh Riana maksudnya. Jangan potong-potong ucapan gue makanya, kan gue belom kelar ngomong. " sambung Twitter masih dengan gaya tengil yang membuat Riana ingin melayangkan tinju.
" Udah. Mendingan lo berdua keluar cari Instagram, dari kemaren dia ngga nongol-nongol. Gue takutnya berasa seleb banget sampe lupa jalan. " titah Google.
Tik-Tok dan Twitter saling menatap. Ini dia ngusir alus gitu? - pikir keduanya.
" Terserah yang pinter aja. "
" Iyain. "
" Yok! Twit, kita berkelana. "
" Cuss, merasa bodoh dan ternistakan gue disini. "
Riana dan Google menatap kepegian keduanya, dan jangan tanyakan Facebook ada dimana? Karena orang itu berada di kamarnya. Sedangkan Riana dan Google berada di ruang tamu, mereka tak ingin mengganggu istirahat Facebook walaupun sempat Facebook ingin melihat kondisi Riana. Tapi ia sudah dicegah terlebih dahulu.
" Lo kenapa bisa keluar sendiri? " tanya Google dengan nada yang terselip rasa khawatir.
" Gu-gue. Gue bosen dirumah. " ucap Riana berbohong-tidak sepenuhnya- karena ia keluar sebab ia kesal dengan kedatangan Twitter yang tiba-tiba dan segalanya yang sudah berlalu begitu cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA MAYA
FantasíaBukan hal biasa jika seorang gadis yang sudah memiliki ketergantungan dengan sesuatu yang bernama ponsel. Ponsel adalah benda canggih yang dibuat untuk orang-orang yang jauh jadi merasa dekat. Namun itu semua disalah gunakan oleh Riana, gadis mungi...
