Tempo Empat Cincin

131 22 11
                                        





"Forbearing"
~ Baeksoo : 06 ~

Happy reading!



Matahari sudah tinggi, cahayanya terbias masuk ke kamar Kyungsoo lewat jendela kaca yang sudah tak lagi tertutup gorden. Kyungsoo terbangun, mengangkat tangannya tinggi-tinggi ---- mengulet dan menguap karena kantuknya juga belum hilang. Ini yang Kyungsoo suka saat terbangun, burung-burung di atapnya selalu berkicau.

Sekolah libur karena tahun baru, dan kyungsoo sangat bahagia setelah menghabiskan waktu bersama Baekhyun saat melihat pesta kembang api semalam.

Ah Kyungsoo lupa.

Di meja nakas itu, sudah ada sarapan pagi untuknya. Kyungsoo tersenyum, entah harus bagaimana mengekpresikan ini, yang pasti Kyungsoo tengah senang. Kejutan pagi hari yang manis.

Kyungsoo bangkit, duduk ia di sofa putih gading. Mengambil air putih dan meminumnya sedikit. Gadis itu berdesah lega ketika tenggorakannya kembali basah. Jujur saja, ia sangat haus setelah bangun tidur tadi.

Meletakan gelas itu pelan, Kyungsoo mengambil bunga dan juga sticky notes. Tersenyum lebar, saat membaca ucapan cinta yang tertulis manis di lembar sticky notes. Di letakan bunga itu pada vas bunga di meja nakas, Kyungsoo mengambil sepotong sandwich dan melahapnya pelan sembari memandangi langit cerah.

Kyungsoo akan bersiap diri setelah ia menghabiskan sarapan paginya, Terakhir tangan lentik itu mengambil satu butir vitamin yang sudah tersedia sedia di mangkuk kecil itu dan meminumnya.

Baekhyun selalu bilang, ia harus rutin meminum vitamin agar ia tetap sehat. Karena jika dirinya sakit, Baekhyun akan sangat sedih.Kyungsoo menurut, lagi pula ia tidak mau Baekhyun merasa demikian. Kyungsoo sangat menyanyangi Baekhyun


|
|
|
|



Lega.

Baekhyun merasa lega sekarang, untung saja ia bisa membawa Kyungsoo untuk memperhatikannya kembali. Baekhyun membuat waktu kembali baik seperti yang sudah ia lakukan sejak lama. Tak akan pernah bisa Baekhyun membiarkan waktu buruk yang pasti akan mematikannya. Membuat bahagia, seperti ia mempertaruhkan nyawa. Seperti relikui kematian, Baekhyun bisa saja menghampiri kematiannya sendiri.

Baekhyun tersenyum memperhatikan komputernya yang langsung terhubung ke cctv. Ia tengah bahagia dan bersyukur, beberapa hari ini ia sangat ketakutan karena Kyungsoo.Tapi melihat gadis itu baik-baik saja, Baekhyun bernapas lega. Baekhyun juga senang ketika melihat Kyungsoo menghabiskan semua sarapannya.


Ponselnya berdering tergeletak diatas meja begitu saja, Baekhyun menoleh sejenak sebelum tangannya mengambil ponsel pelan. Mengulum bibir, entah kenapa Baekhyun ragu untuk mengangkat panggilan itu setelah beberapa hari seorang yang menelponnya berhasil memporak - porandakan antara ia dan Kyungsoo. Baekhyun membiarkan, mengacuhkan panggilan itu yang berderit sedari tadi sampai berhenti dan tergantikan pesan suara.

Baekhyun tidak jahat, hanya saja ia membatasi semuanya. Baekhyun tidak mau Kyungsoo kembali berada posisi jatuh dan berakhir membuatnya dalam lubang hitam.

Angkatlah, aku ingin bicara.

Baekhyun menghela, sebenarnya ia tahu. Tapi tetap saja Baekhyun tidak bisa walaupun ia juga ingin. Panggilan telpon itu kembali datang, berbeda seperti tadi Baekhyun merasa panggilan ini begitu lama dan berkali-kali. Panggilan yang tidak boleh terbantahkan, meskipun Baekhyun tahu dan mengenalnya, ia tetap mengacuhkan walaupun hatinya juga bimbang.Karena, Baekhyun butuh bicara.

Forbearing (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang