Bab 5: How to Survive?

23.8K 2.1K 26
                                        


Claran Doranza.

Selain memiliki iris biru seindah samudera, dia juga memiliki wajah mungil yang tak bosan dilihat. Siang itu dia memakai cape hijau tua dan gaun berwarna putih klasik. Aku baru tahu dengan hanya berbalutkan gaun sederhana saja, wanita bisa tampak cantik seperti itu.

"Aku sedang menemani Putri Jene. Berkeliling." Gill menatapnya dengan tatapan tidak suka.

"Ah, perkenalkan, saya Claran Doranza. Senang bertemu dengan Anda, Putri Jene."

Apa ini? Aku agak bingung melihat perlakuannya yang begitu manis padaku. Jelas-jelas aku sedang bersama tunangannya. Dia tidak marah? Apa dia memang selalu seperti ini? Tidak, aku tidak boleh cepat menyimpulkan.

"Senang bertemu dengan Anda, Lady Claran." Akhirnya aku membalas senyumnya dengan sapaan hangat.

"Saya banyak mendengar tentang Anda, bagaimana keadaan Anda?"

"Sangat baik. Saya sangat berterima kasih pada Pangeran Gill karena telah menyelamatkan saya."

"Benarkah? Apa Yang Mulia Lord tahu kalau Anda mengajak tahanannya keluar, Pangeran?"

Aku tampak menyungging senyum, tapi Gill terlihat santai dan tidak terlalu menghiraukannya.

"Tidak. Apa kau ingin melaporkannya pada kakakku?" Gill tak mau kalah. Dia juga melemparkan senyum sinisnya.

"Apa maksud Anda? Tentu saja saya tidak akan memberitahukannya."

"Baiklah, apa kau sudah selesai?"

"Selesai?"

"Bukankah kau sudah melihatku? Kau bisa pergi sekarang," ucap Gill lagi.

"Ya. Sepertinya Pangeran sedang sibuk."

"Aku harus mengantar Putri Jene kembali ke kamarnya. Mulai hari ini aku akan sibuk menemaninya."

Aku seperti patung yang sedang mendengarkan percakapan mereka di sana. Sudah jelas Claran datang hanya untuk melihat Gill, tapi pria itu tampak sangat membencinya. Aku yakin wanita itu tahu, tapi dia tidak mempermasalahkannya.

"Tidak apa, saya akan kembali sendiri, Yang Mulia. Mohon lanjutkan."

Tanpa sadar aku membuka mulut. Baru saja aku hendak berbalik, Gill menahan tanganku. Astaga, aku lupa, bukankah aku sedang menjalankan tugasku? Pria itu menatapku dengan sorot mata yang tajam.

"Sampai berjumpa lagi, Claran."

Aku langsung melirik wanita yang berada di depannya. Dia terlihat agak terkejut, apalagi melihat Gill menggenggam erat tanganku. Dia pasti kesal padaku, tapi jelas ini sangat berhasil. Berhasil membuatnya cemburu. Anehnya, wanita itu justru tersenyum.

"Sampai jumpa, Pangeran... dan Putri Jene. Semoga hari Anda menyenangkan," katanya dengan nada santai.

Aku sempat terdiam mengamatinya. Tingkah lakunya benar-benar elegan. Bahkan setelah diusir secara halus, dia masih bisa tersenyum seperti itu. Sebelum Claran meninggalkan tempat itu, Gill rupanya sudah menarikku duluan dan menyeretku pergi. Ya, kami meninggalkannya sendirian di sana.

"Anda bisa melepaskan tangan saya."

Tak lama aku berhenti di depan pintu besar dekat sana. Itu adalah akses utama untuk masuk ke dalam tower yang kutinggalu. Gill lalu melepaskan tangannya perlahan.

"Apa kau lupa?" sergahnya.

"Maafkan aku. Dia wanita yang manis sampai aku tidak tega meninggalkannya."

The Princess PrisonerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang