Bab 4: Make a Move

27.8K 2.4K 9
                                        

"Saya membawakan gaun untuk Anda, Nona."

Aku meletakkan cangkir tehku dan melirik ke arah pintu kamarku. Lima pelayan datang dengan beberapa gaun di tangan mereka. Aku yang tadinya sedang memikirkan rencana untuk keluar dari sini sempat terkejut melihatnya. Pasti Gill yang mengirimnya. Aku tahu, untuk tampil cantik aku memerlukan gaun itu, tapi tanpa semua itu pun sepertinya aku sudah cantik. Mau tidak mau aku harus menurutinya. Ya, aku bisa bertahan di sini, setidaknya dengan menghindari pria bernama Nox itu. Beberapa pelayan lalu meninggalkan kamarku tanpa permisi dan hanya tersisa satu orang.

Ada apa dengan orang-orang di sini? Sepertinya mereka semua selalu sibuk.

"Saya yang akan melayani Anda selanjutnya. Panggil saya Catia, Nona."

Seorang gadis yang sebelumnya pernah memakaikanku baju tersenyum padaku. Aku ingat, dia yang paling ramah dibandingkan yang lainnya. Aku pun membalas senyumannya, "Catia... senang bertemu denganmu lagi. Apa kau sudah lama bekerja di sini?"

"Saya yang paling baru di sini, Nona. Tapi percayakan pada saya, saya akan berusaha sebaik mungkin."

"Pantas saja, semua orang di sini jarang tersenyum, kecuali dirimu."

"Anda bisa saja, Nona, tapi itu karena memang banyak sekali tugas yang kami kerjakan di sini."

"Apa Pangeran Gill sendiri yang memerintahkanmu untuk melayaniku?"

"Tentu saja tidak, Tuan Vilencia yang mengatur tugas kami para pelayan di sini."

"Begitu ya... apa yang Tuan Vilencia katakan tentangku?"

"Itu... saya cuma diperintahkan melayani Anda karena Anda akan tinggal lama di sini."

"Maksudku apa dia memberitahumu tentang diriku? Siapa aku dan-"

"Iya, Nona. Semua orang di tower ini sudah mengetahui keberadaan Anda dan tentu saja... tentang hukuman Anda."

Aku menghela nafas pendek, lalu tersenyum mendengar jawabannya yang polos itu. Dia seperti kebingungan melihatku.

"Apa kau pikir nantinya Yang Mulia akan tetap membunuhku?" tanyaku lagi tanpa menyembunyikan senyumku.

"Ja-jangan tanya pada saya, Nona. Tapi Anda benar-benar beruntung bisa selamat dari Yang Mulia Lord, bahkan bisa mengambil hati Pangeran Gill."

"Mengambil hati katamu?"

"Ya, saya kira Beliau tertarik pada Anda."

Aku hampir tidak bisa menahan tawaku saat itu. Dia tidak tahu saja, ada imbalan yang harus kulakukan, makanya Gill baik padaku.

"Tapi... apa aku secantik itu?"

"Tentu saja, Anda memiliki warna rambut yang menyerupai Yang Mulia Lord. Tidak ada lagi yang memiliki rambut seperti ini," ungkapnya dengan mata berbinar-binar.

"Jadi karena rambutku?"

"Tidak juga, memang dasarnya Anda sudah cantik, Nona. Apakah semua keluarga kerajaan memiliki rambut indah seperti Anda?"

Dia tersipu malu menatapku, aku pun tersenyum nendengar pujiannya. Aku sudah sering mendengar pujian seperti itu. Bisa dibilang satu-satunya kelebihanku adalah wajahku. Tidak bisa kupungkiri, ini penyebab aku memiliki banyak mantan kekasih. Namun, karena aku seorang putri, aku harus memilih siapa yang benar-benar layak menjadi pasanganku. Tunggu, kenyataannya sekarang aku bukan seorang putri lagi.

The Princess PrisonerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang