Hari ini adalah awal semester baru, dimana ada adik kelas baru dan pindah tingkatan kelas. Seorang Arkana Maheswari Pradipta, manapakkan kakinya memasuki sekolah SMA MADAVA. Kini ia menuju kelasnya, ia sudah mengetahui bahwa ia mendapat kelas 12 IPA 2.
Banyak pasang mata melihat dirinya dengan tatapan meleleh, baik itu dari adik kelas maupun seangkatan. Rambutnya yang agak berantakan, baju yang keluar, tidak memakai dasi, kancing baju atas terbuka 2, tidak memakai dasi, tas yang di gendong dengan satu tangan, satu tangan yang di masukkan ke saku celana dan tampang nya yang datar namun tak terkalahkan dari wajah tampannya.
Hari ini ia tidak menjemput kekasihnya karena katanya Della ia di antar oleh sepupunya yang baru saja dari luar negeri.
Ketika arka berjalan dengan santai ada suara yang menggema.
"ARKAAAA" teriak Della dan Della menjadi pusat perhatian.
Arka menengok ke arah suara yang menggema,"Della" ucapnya.
Della semakin geram lalu menarik tangan arka menuju ke taman.
"Kamu kenapa sih by?" Tanya arka.
"Gak usah ba by ba by sekalian aja babi!" Kesal Della.
"Kenapa sih hey?" Tanya arka.
Della semakin geram,"kenapa kamu bilang?" Ucapnya.
Arka mengangguk.
Della memandangi arka dari atas sampai bawah,"kamu mau sekolah apa terbar pesona sih? kan aku udah bilang kalo mau sekolah seragamnya harus yang sopan. Ini nih apan banget rambut acak acakan rapihin sekarang juga!!, Apa lagi itu tuh baju kamu kok gak di kancing biar apa hah? Biar keren iya? Gak sama sekali!, Yampun byy kan ini hari Senin masa kamu gak pake dasi? Kamu gak puas dihukum iya? Apa banget sih kamu" cerocos Della sambil merapikan rambut arka dan baju arka.
"Udah?" Tanya arka santai.
"Udah kamu bilang? Kamu gak dengerin ucapan aku hah?!" Geram Della.
Arka tersenyum,"ini lagi malah senyum senyum isshhhh nyebelin!!" Kesal Della.
"Udah deh gue cape terserah Lo! minggir gue mau ke lapangan!" Kesal Della sambil mendorong tubuh arka untuk Della agar bisa lewat.
Arka masih diam di tempat membuat Della semakin geram!
"Misi dong arka aku mau lewat" ucap Della lembut kesal gitu deh bwahahaha.
Arka tersenyum lagi lalu menarik tangan Della dan membawa Della ke dekapannya.
"Ish apa sih kok malah di peluk! Awas aku mau lewat!" Kesal della arka malah mempererat pelukannya.
"Kaya gini dulu sebentar" bisik arka kepada Della yang masih dalam pelukannya.
5 menitt..
"ARKA DELLA KALIAN INI YA!! KALIAN KOK BUKANNYA KE LAPANGAN?! MALAH PELUKAN DISINI! UPACARA MAU MULAI CEPATT KE LAPANGAN SEKARANG JUGA!!" teriak Bu ana guru terkiler.
Arka dan Della spontan melepas pelukannya.
"Eh iya Bu, ini saya baru mau ke lapangan" ucap Della sambil tersenyum ramah.
"Alasan kamu! Kalian ini sudah kelas 12 harusnya kalian memberi contoh yang baik kepada adik kelas kalian!" Geram Bu ana.
"Iya Bu"
"Ya udah sana kamu Della ke lapangan" ucap Bu ana.
Della melirik arka sekilas lalu berbisik kepadanya,"bayy aku duluan ya, rasain tuh lagian sih kamu gak pake dasii!" Bisiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Radella&Arkana
JugendliteraturFOLLOW SEBELUM MEMBACA!!! --00-- Dengan perjuangan yang tidak di sengaja oleh seorang gadis, akhirnya seorang pemuda luluh terhadap seorang gadis itu. sampai akhirnya mereka bersatu. namun ada berbagai masalah di hubungan mereka, banyak sekali. apa...
