11| Something are Mean to be
KBBI
Ber.da.mai
1 v berbaik kembali; berhenti bermusuhan.
2 v berunding untuk mencari kesepakatan.
_
—If i can't have, falling in love with you—
Can't help falling in love
Haley Reinhart
_
Dalam seluk-beluk jalanan ramai, diantara seberapa padat laju kendaraan pagi itu. Hujan di sisa langit yang mendung. Kabut tipis menyelimuti pagi, berbaur dengan asap kendaraan.
Dengung pendingin mobil mendominasi, dinginnya membuat embun kecil di balik kaca. Klakson ramai saling bersahutan. Beberapa kali suara decit rem yang basah. Semuanya mengalun, mendesir ditelinga keduanya.
Pagi ini, perjanjian dimulai. Eire akan menjadi teman baik Aksa, khususnya disekolah. Dia berjanji akan membantu mengembalikan nama baik lelaki itu. Membuat dia tidak menyalahkan hal-hal yang sudah terjadi, menghapus penyesalan yang tidak mengubah apapun.
"Eire?"
"Ya,"
"Maaf, seharusnya tadi gue bawa motor." dia menatap lurus jalanan. "Macetnya gak akan sebentar,"
Mata Eire ikut menatap jalanan, penuh apalagi kendaraan roda dua yang makin berdesakan. Lampu menyala hijau didepan, tapi dia tidak melihat adanya pergerakan dari lajurnya. Itu membuat beberapa kendaraan frustasi dan kembali membunyikan klaksonnya kencang-kencang.
"No problem, gue pernah lulus tanpa catatan pelanggaran." dia menarik sudut bibirnya. "Itu gak semenyenangkan kendengarannya."
"Itu kebanggaan,"
"Seharusnya begitu," dia terdiam. "Tapi gak setelah kenal lo, wrong-doing better than doing-wrong."
Ini masalah niat, kalau memang dia gak pernah berniat berbuat salah maka sesuatu yang salah akan menjadi salah. Tapi kalau dia berniat melakukan kesalahan, bahkan yang salah gak terlihat sebagaimana adanya. Ini tentang pandangan, dari kacamata mana dilihat.
Setelahnya mereka tertawa, mungkin menertawakan dirinya masing-masing. Itu percakapan kecil yang menggelitik.
Mobil merah yang mereka kendarai maju beberapa meter, lalu kembali berhenti. Kendaraan bermotor masih memaksa maju, sedikit terlihat tanah merah menciprat. Jas hujan warna-warni kini memanjakan mata.
"Gue boleh tanya?" dia menelan ludah. "Ini mungkin bakalan menjadi pertanyaan sensitif, i guess."
"Ya,"
"How close you're Euum... with her? i'm sorry, Keish."
Dia terdiam, "Ada hal-hal yang gak dijelaskan karena terlalu rumit." dia terdiam, berpikir bagaimana cara menjelaskannya.
"Kita sebatas temen yang mengerti perasaan satu sama lain." itu benar, walaupun mereka jelas punya perasaan yang sama.
"Gue kenal dia sebagai anak baik-baik, walaupun ibunya gak pernah suka gue. Guru BK itu jelas tahu seberapa bermasalah Aksa," dia tertawa disela-sela percakapannya. "Walaupun sebelumnya, dia gak pernah benar-benar melarang Keish bergaul sama gue."
Melarangnya masih sebatas, hei jangan pegang-pegang anak saya! Atau mentok-mentok kena jewer kalau bawa pulang Keish diatas jam sembilan malam.
Itu masih lagi manis-manisnya. Lagi merebaknya keuwuan mereka.
"Selama setahun, gue sedeket itu sama Keish. Lebih tepatnya gue, Tirta, Kalvee dan keish." dia tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Panasea
Teen FictionEire kembali menjadi gadis SMA selama enam bulan. Bertemu dengan cowok-cowok tampan yang punya cerita masing-masing. Perhatian Bacra yang tanpa batas tapi lupa dengan dirinya sendiri. Aksa yang bicara bahkan diamnya selalu disalahkan. Luka mengaga...
