"Ella!" Terdengar suara laki laki menyerukan namaku.
Aku menoleh kebelakang dan melihat Seonjun dan Yoobin yang berjalan kearahku.
"Itu muka apa kulit neneknya Seonjun, kusut amat." Yoobin berdiri didepanku.
"Bacot! Kenapa lo, La?" Seonjun bertanya.
"Kalian tahu kan cowok yang pernah gua ceritain." Mereka bengong. "Tck! Yang dulu pas waktu itu gua sama ayah temuin dia lagi disiksa sama bokapnya." Ucap gua sambil melanjutkan tujuanku berjalan dengan lesu kearah kelas dengan diikuti Seonjun dan Yoobin disampingnya.
Mereka berdua mengangguk dan tiba tiba mereka merangkulku. Aku menatap kiri kanan melihat wajah mereka yang tengah tersenyum.
"Bolos gak?" Seonjun menaikkan alisnya sambil tersenyum.
"Setuju!" Yoobin menjentikkan jarinya.
"Sekarang pelajaran kimia besok gua ulangan" ucapku merengek.
"Yahhh gak seru." Seonjun cemberut dan melepas rangkulannya.
"Tapi boong! Haha..." Aku berlari keluar gedung sekolah dengan dikejar Seonjun dan Yoobin.
Kita bertiga duduk di diatas rumput rumput pendek yang berada dibelakang sekolah. Disini jarang ada yang lewat, tapi guru sekali kali datang kesini untuk mengecek jika ada yang bolos.
Pernah juga waktu itu aku, Seonjun dan Yoobin kepergok sedang makan makan disini saat jam pelajarn tengah berlangsung dan akhirnya kita ke ruang bk. Semoga saja Pak Yanto tidak kesini hari ini. -Pak Yanto guru BK-
"Eh taugak. Semalem kan gua tidur, gua mimpi bisa dance yang dance kepala dibawah kaki diatas itu loh." Aku dan Yoobin mengangguk mendengar cerita Seonjun. "Masa gua pas bangun kaki gua dikasur terus kepala gua dilantai."
"Terus?" Kata Yoobin.
"Dan paling parahnya gara gara kaki gua diatas, gua ngompol kencingnya turun kebadan gua dan gatau kenapa ada yang kemakan." Lanjut Seonjun.
"Anying lo jorok banget si!" Akupun mendorong Seonjun untuk menjauh dariku.
"Dasar goblok!" Yoobin menjitak Seonjun, lalu dibalas oleh Yoobin dan terjadilah pertengkaran antara bebek dengan kelinci.
Saat kita baru saja kenal, aku refleks menyebut mereka dengan bebek dan kelinci. Aku menyebut Yoobin kelinci karena dia punya gigi kayak kelinci. Dan aku suka menyebut Seonjun sebagai bebek, dia bibirnya monyong kayak bebek.
Mereka berdua pun membuatkanku nama panggilan juga, yaitu kucing. Aku bertanya kenapa kucing? Dan mereka menjawab mata lo belo kek kucing neneknya Seonjun, suara lo cempreng kek kucing tetangga gua, badan lo juga kecil kayak kucing yang gak dikasih makan. Gada ahlak memang!
🐰🐱🐥
"La bukannya itu cowok yang waktu itu lo kirim potonya ke kita ya?" Seonjun yang sudah duduk manis kembali disamping kananku menunjuk seseorang yang sedang duduk dibawah pohon.
Aku mengikuti arah yang ditunjukkan Seonjun. Oh ya tuhan! Itu Ell!
"Itu Ell!!" Aku memukul mukul badan Seonjun dan Yoobin.
"Sakit sat." Yoobin memegang tanganku.
"Woy! Lo yang lagi menyendiri!" Seonjun memanggil Ell yang sedang memejamkan mata.
Aku tidak bisa memukul Seonjun karena tanganku masih dipegang oleh Yoobin, alhasil aku menendang nendang dia.
"Lo pake rok Ella!" Yoobin langsung melepaskan tanganku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ell...
FanfictionMencari pekerjaan bukan karena uang, dia hanya mencari kesibukan agar dirinya tidak berdekatan dengan orang orang yang tidak menginginkannya.