07.

186 50 18
                                    

   Hari ini hari minggu. Aku terbangun jam sembilan karena semalam pulang dari pesta pernikahan ayah lumayan malam sekali.

   Aku masih mengumpulkan nyawaku dengan penampilan rambut acak acakan dan mata yang masih membiasakan dengan cahaya matahari yang masuk dari jendela yang tirainya sudah terbuka.

   Dirasa sudah sepenuhnya sadar, aku beranjak merapikan tempat tidurku, mengambil handuk yang tergantung dilemari dan berjalan keluar kamar sambil menggelung rambutku.

   "Tuan putri baru bangun, hm?" Kak Indra yang sedang makan memperhatikanku.

   Aku tidak menghiraukannya dan lanjut berjalan kearah kamar mandi yang berada di dapur.

   Aku pun membersihkan tubuhku dikamar mandi. Niatnya tidak akan keramas, tapi teringat tadi pas bangun aku melihat kerak putih yang berada dirambutnya. Ya tuhan, aku jorok sekali. Bagaimana bisa rambutku terkena air liur!

   Tujuh belas menit kemudian aku keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang seperti baju itu, kalau tidak salah namanya sih kimono? Terserah lah pokoknya seperti itu.

   Aku menggosok gosok rambutku dengan handuk kecil sambil berjalan ke kamar.

   Aku pun memakai celana legging dan sweater warna pink, lalu mengambil hairdryer dari dalam box yang berada dilemari bagian bawah pojok kanan.

   Aku mengeringkan rambutku sampai tidak ada satu tetespun air yang berada di rambutku. Tak lupa juga aku memakai Baby Cream dan juga make up sederhana lainnya.

   Setelah selesai dengan ritualku, aku membuka pendingin dan mengambil susu Ultramilk yang sengaja aku simpan kuram lebih sepuluh buah didalam pendingin sebagai stokku.

   "La, bilangin ke mama gua berangkat dulu ada urusan sama temen." Kak indra bergegas memakai jaketnya dan sedikit berlari keluar rumah.

   "Cih, sok sibuk!" Aku pun kembali meminum ultramilk ku.

   "Indra!" Mama yang keluar kamar tiba tiba berteriak memanggil Kak Indra.

   "Kak Indra keluar ma, katanya ada urusan sama temennya." Ucapku.

   "Itu anak, padahal sudah mama suruh untuk belanja malah pergi!" Mama uring uringan didapur.

   Aku pun menghampiri mama dan bertanay. "Kenapa, ma?" Tanyaku.

   "Bahan makanan sudah sangat habis. Tadi mama menyuruh Indra untuk belanja tapi dia malah pergi." Curhat mama panjang lebar.

  "Yasudah kita berangkat saja naik angkutan umum ma." Aku memberi saran.

   "Boleh, tuh." Mama antusias. "Kalo begitu ayo berangkat." Mama menarik tanganku.

≪━─━♡━─━≫

   "Ma aku mau beli cemilan dong." Aku menggandeng lengan mama.

   "Cemilan apa?"

   "Itu disana!" Aku menunjuk tempat cemilan dan menarik mama.

   Aku pun mengambil beberapa cemilan dan memasukkannya kedalam keranjang. Lalu mama mengajakku ka tempat kue yang sudah dihias dengan sangat indah dan menarik.

   "Wahh! Coklat!" Yaampun kue coklat! Aku ingin seklai makan itu... aku sangat suka sekali coklat!

   Mama melihat lihat kue yang disimpan didalam rak berkaca. Lalu berhenti disebuah kue berukuran sedang yang berwarna coklat.

   "Ella! Mau yang ini?" Mama menunjuk kue tersebut.

   "Wahh! Boleh!" Mama pun memesan kue tersebut.

   Saat tengah menunggu mama membayar, ponselku bergetar. Akupun melihat notifikasi bahwa hari ini adalah hari Minggu tanggal 30 Desember hari ulang tahun Rafaell Abbariel.

   Oiya. Aku baru ingat kalau hari ini tanggal 30. Aku ingin sekali memberikan hadiah ulang tahun untuknya. Tapi nanti saja memikirkan hadiah, sekarang aku harus pergi dulu dengan mama yang telah selesai.

   Aku dan mama berjalan kearah kasir membawa dua keranjang, ditengah jalan tiba tiba aku menemukan sosok Ell di toko kue yang tadi aku kunjungi.

   "Ma! Ada Ell!" Aku menarik mama untuk melihat dengan objek pandanganku.

   "Ell? Laki laki tampan youtube itu?" Aku mengangguk.

   Tak kusangka tiba tiba mama sedikit berlari kearah Ell. Aku berteriak memanggil mama untuk berhenti, tetapi terlambat dia sudah menyapanya.

   Terpaksa akupun menghampiri mereka yang sedang tersenyum canggung. Ah lebih tepatnya Ell yang sedang tersenyum canggung karena tidak mengenal mama.

   "Halo, nak Ell. Saya ibu dari penggemar kamu. Dia selalu saja menonton video video kamu di youtube sampai dia bosan sendiri." Mama main nyericos saja membuat Ell bingun dan tersenyum kikuk.

   "A-ah. Halo, iya, terimakasih." Ell tersenyum canggung kepada mama.

   "Mama!" Aku memegang tangab mama. "Mama ngapain si!" Aku sedikit berbisik.

   "Nak Ell mau membeli kue?" Ell menatapku membuatku otomatis buang muka.

   "A-ah nee." Kenapa Ell terlihat baik sekali sekarang.

   "Nak Ell, terimakasih banyak sudah membuat Ella hanya terduduk diam menonton videomu dan tidak terlibat dalam pergaulan bebas, nak." Mama berlebihan sekali!

   "Mama sudahlah." Aku menarik narik tangan mama untuk menghentika omong kosong mama.

   "Sebagai ucapakn terimakasihku pada nak Ell, apakah nak Ell mau makan malam bersama dirumah kami? Kebetulan kami baru saja belanja bahan makanan banyak sekali." Ya tuhan!

   "N-ne?" Ell bingung harus bagaiman.

   "Ah, ini nomor teleponku. Jika nak Ell bersedia maka hubungi saja nomor ini, oke." Ibuku sudah seperti orang tua yang tertarik dengan yang lebih muda! Ya tuhan!

   "Mama ngapain si! Ayo pulang!" Aku menarik paksa mama dan meninggalkan Ell yang sedang mematung dengan tangannya yang masih memegang kertas berisi nomor ponsel yang diberikan mama. Aku tidak tahu mama dapat darimana bolpoin dan kertas itu!

   Sementara itu, Ell menatap kedua insan itu. Mereka terlihat akrab dan bahagia. Memang, ibu dan anak seharusnya berinteraksi seperti itu. Maka keluarga akan hidup bahagia dan penuh warna.

   Ell tersenyum meratapi dirinya sendiri.

≪━─━─━─━─◈─━─━─━─━≫

Halo sahabat^^
Yaampun, Assie lagi lagi mendadak menulis ini:)
Maafkan jika ada kesalahn menulis ya sahabat^^

Minta kritik dan sarannya ya sahabat^^

Salam lima jari dari Assie✋

너무 사랑해요💜

[뷔엘라♡라봐에르]

Ell...Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang