Langit malam ini sangat cerah dari malam malam sebelumnya, semilir angin menambah ketenangam bagi siapa saja yang menghirupnya.
Tok
Tok
Tok
"Sayang, buka pintunya dong. Ada yang mau mama bicarain," ucap Syahra sambil mengetuk pintu kamar puterinya.
"Masuk aja mah gak kekunci kok," ucap Alsava.
Ceklek..
"Kamu lagi ngapain sayang?" Tanya Syahra.
"Lagi liatin langit aja mah," jawab Alsava. "Mama mau ngomongin apa?" Tanya Alsava.
"Eum.. gimana ya?! Gini kan papa kamu ada tugas di luar negeri terus papa kamu nyuruh mama buat temenin dia. Taulah papa kamu bucin mama,"jawab Syahra sambil terkekeh geli.
"Terus aku gimana mah? Aku sendiri di rumah? Berapa lama? Perginya kapan? Luar negerinya di mana?" Tanya Alsava beruntun.
"Aduh sayang." Syahra memegangi kepalanya. "Satu satu dong tanyanya, mama bingung mau jawab yang mana."
Alsava terkekeh. "Hehe, maaf ma."
"Nanti ada teman mama, kamu di rumah dia. Berdua sama anaknya soalnya teman mama sama suaminya itu belum pulang dari perjalan bisnis mereka."
Alsava masih menyimak dengan baik
"Mama perginya sebulan, perginya besok, luar negerinya di Belanda. Jadi kamu nginal di rumah teman mama ya, anaknya baik kok."
"Kok lama, kok mendadak, kok jauh sih. Cowok apa cewek?" Protes Alsava.
"Cowok sayang, katanya teman mama anaknya juga sekolah di sekolah yang sama kayak kamu, dan dia kakak kelas kamu."
"Yah kok cowok sih??! Kan bakal canggung kalau cowok mah, Vava gak mau ih" rengek Alsava.
Syahra mengelus-elus rambut Alsava sambil mengembuskan napasnya. "Sayang, kalau kamu gak mau terus kamu mau tinggal di rumah berdua sama mba Yuni? Kamu tau kan mba Yuni bakal pulang kalau malam. Jadi malamnya kamu sendiri, apa kamu gak takut hem?!"
Alsava mendelik ke arah mamanya. "Ck!, mama bikin takut aja ih," rengek Alsava.
"Coba sekali lagi kek gitu ke mama? Mama penggal kepala kamu ya?!"
"Ih mama apaan sih? Ma, mama kan besok mau pergi kan gimana kalau kita drakoran? Biar kayak girl time gitu," ucap Alsava.
Syahra menghela napas. "Mama sih mau tapi kamu besok harus sekolah sayang, nanti kamu telat bangun gimana hem?"
Alsava cengengesan. "Iya deh iya. Tapi mama janji ya kalau udah pulang nanti mama harus nonton sama Vava."
"Iya mama janji."
"Tangannya mana buat janji."
Alsava menarik tangan mamanya, menutup tangannya kecuali jari kelingkingnya. Kemudian menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking mamanya sambil berucap "Janji" dan sama-sama tertawa.
"Yaudah kamu tidur ya. Besok harus sekolah."
"Iya mama Vava yang cantik."
"Goodnight sayang." sambil mengecup kening Alsava dan menaikkan selimut.
"Goodnight too mama."
****
TBC
AKU KEMBALI BUAT KALIAN
AKU TAU CARA KALIAN MENGHARGAI PENULIS
JANGAN LUPA FOLLOW IGKU YA, IG BARU GUYS. Wkwkw
@ciiiy_yy
Follow yaaa
See you next part
Salam istri SAH LEEMINHO
BABAYY
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKA
Teen FictionINI CERITA YANG BARU YA, YANG LAMA LUPAIN AJA:V "Sesuatu yang sudah ada digenggamanku tidak boleh menjadi milik orang lain" -Arka Bramanty Siap mengarungi kisah mereka??
