"Ketua... boleh aku bertanya satu hal?" Suaranya tetap tegas meski lelehan merah pekat itu hampir membanjiri pakaian kerjanya.
"Tentu." Jawab Ketua Yoo.
"Kenapa anda ingin aku menghancurkan BYS secara perlahan?"
Mereka adalah organisasi mafia yang sangat besar dan ditakuti di Korea Selatan, bahkan hingga Jepang dan China pun mengakui fakta itu. Menghancurkan sebuah grup tentu bukanlah hal yang sulit. Bahkan jika grup itu sebesar BYS sekalipun. Lantas mengapa mereka harus repot-repot menyusup dan menghancurkan pelan-pelan seperti yang tengah Yigeum lakukan.
"Cara paling menyenangkan untuk balas dendam adalah menyaksikan lawan mati secara perlahan. Karena setiap detik rasa sakit yang mereka rasakan adalah hiburan. Jalankan tugasmu dengan baik, maka kau akan mengerti apa yang aku katakan."
.
.
.
03 Februari 2016
Selesai ujian, Yeonsa langsung pergi dan menitipkan Seungwan pada Wonwoo. Meyakinkan dirinya sendiri kalau Wonwoo pasti bisa diandalkan. Dia sendiri sudah membuat janji dengan paman Han untuk menemuinya saat ujian selesai. Ia rasa masalah yang terjadi di rumahnya beberapa hari lalu itu perlu ia ceritakan pada pamannya.
Di kantor, Presdir Han sudah bersiap untuk pergi menemui Yeonsa. Namun langkahnya terhenti ketika telinganya mendengar keributan dari salah satu ruangan di divisi riset. Mau tidak mau pria paruh baya itu menggeser arah langkahnya mendekat ke ruangan itu. Alangkah terkejutnya Presdir Han saat dilihatnya banyak kertas berhamburan di ruangan itu.
Tim ini memang baru masuk kantor sekarang karena tadi pagi mereka semua harus ke pabrik dulu. Tidak disangka setibanya mereka di kantor, kondisi porak poranda seperti ini yang harus mereka hadapi.
Lee Hyukjae sang Manager Tim, tak hentinya-hentinya mengoceh kesal. Kerja keras mereka berhari-hari, berantakan disana-sini. Tiga maknae tim itu termasuk Kyuhyun sibuk mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan dan mengelompokkannya sesuai bagian masing-masing. Tentu saja bukan hal mudah. Demi Tuhan, ada ratusan lembar yang harus mereka pilah satu persatu.
"Hyukjae-ssi, ada apa ini?" Sebagai Presdir mana mungkin Han Hye Jong diam saja melihat kapal pecah di depan matanya.
Semua orang di ruangan itu terperanjat, tak menyangka Presdir mereka akan berada disana. Biasanya jam segini Presdir Han ada di ruangannya.
"Ah, sebenarnya kami juga baru melihatnya Presdir. Kami semua ada di pabrik sejak pagi." Begitulah yang Hyukjae yakini.
"Terlalu kacau jika hanya kecelakaan. Cari tahu pelakunya." Titah Presdir Han.
Manager Tim itu mengangguk patuh. Anak-anak buahnya juga tampak melakukan hal yang sama. Mereka memang penasaran dengan pelakunya. Iri sekali dengan pekerjaan mereka.
Presdir Han sudah akan pergi sebelum Hyukjae menahannya lagi dengan pertanyaannya.
"Anda akan pergi?"
"Mmm, aku ada urusan diluar. Pastikan segera kalian bereskan masalah ini sebelum jam kantor kalian selesai." Sekali lagi anak-anak itu mengangguk patuh. Termasuk si paling baru, Cho Kyuhyun.
.
.
.
Yeonsa memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana di salah satu kawasan pinggiran kota Seoul tepat lima menit setelah pamannya tiba lebih dulu disana. Tempat itu merupakan tempat rahasia pertemuannya dengan sang Paman, jika mereka terpaksa bertemu di jam-jam sibuk seperti sekarang. Sejak kembali lagi ke Korea, identitas Yeonsa dan Seungwan sebagai pewaris BYS yang tersisa memang disembunyikan dari dunia.
KAMU SEDANG MEMBACA
OPERA: It's All About Falseness
Fiksyen PeminatKebusukan dunia mafia, menghancurkan hidup orang-orang yang bahkan tidak seharusnya terlibat dalam kebobrokan moral mereka. Hati-hati suci makhluk kecil yang tak berdosa, ternodai, dan tergantikan dengan kebencian dan dendam yang begitu mendalam. H...
