Chapter 1

126 14 5
                                    

After Three Ago

Tak kusangka sudah tiga tahun sejak waktu itu aku lost kontak dengan Jaemin. 3 tahun yang lalu...ratusan kali telah kucoba menghubunginya tapi hasilnya sama saja tak ada jawaban, sampai ketika aku melihatnya di Youtubeku. Itu membuatku beranggapan bahwa Jaemin itu orang yang seperti sekedar menanyakan alamat lalu pergi begitu saja. Aku tau...aku tak pantas berpikir seperti itu terhadap orang lain, tapi yang namanya hati tak dapat direkayasa dengan mudah.
Aku menghapus dan memblokir semua yang bersangkutan denganya mulai dari Line dan foto saat kami ditaman. sekaligus mengaggap pertemuan kami hanya sebuah mimpi yang berlalu seperti angin dan membuatku sedikit risih dan trauma ketika mendengar kata Idol.

• • •

Ting Ting Ting

Dewan guru membunyikan lonceng,
Tak lama setelahnya Siswa-siswi bergegas berkumpul menuju ke sebuah aula. Hari ini merupakan hari yang sangat spesial dimana disekolah kami diadakan acara kelulusan sekaligus perpisahan Kelas XII yang merupakan kelasku juga.
Jujur... selama disekolah ini, para guru maupun murid sangat menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku sehingga disekolah kami ini jarang bahkan hampir tak pernah terjadi keributan ataupun kececokan.
Oleh sebab itu, perpisahan ini guru, kami dari kelas XII dan adik kelas merasa kesedihan yang amat mendalam. Kesedihan akan...berpisah satu salam lain.

• • •

Di aula tersebut telah disediakan kursi untuk para murid berdasarkan kelasnya masing-masing.
Khusus kelas XII, kami duduk di bagian paling depan karena kami akan naik ke atas panggung untuk memberikan sebuah pidato. Kami (XII) dipanggil oleh kepala sekolah untuk naik ke panggung berdasarkan absen tapi khusus untuk tiga nama akan disebutkan terakhir, tiga orang tersebut adalah murid yang mendapat rangking.
Aku mulai gugup dan jantungku berdegup kencang seakan mau meledak saat kepala sekolah memanggil kami satu persatu.

Beberapa menit kemudian setelah guru memanggil murid berdasarkan absen dan sekarang pemanggilan murid tiga orang atau rangking.

"Rangking ketiga Selamat kepada........"

Degub jantungku semakin kencang

"Rangking kedua Selamat kepada........"

keringat dingin mulai bercucuran

"Rangking pertama Selamat kepada ANNISA!"

PROK PROK PROK

Siswa-siswi memberikan tepuk tangan.

"Udah tau, pasti Annisa lagi😌" Ucap orang A

"Wow Annisa lagi😍" Ucap orang B

"Gk ada lawan😆" Ucap orang C

Aku begitu kaget sekaligus lega ketika bapak kepsek mengumumkanku sebagai rangking pertama dan
aku sangat bersyukur kepada Allah SWT karena masih mengizinkanku mendapat rangking satu.
Meski sebelum-sebelumnya aku juga mendapatkan rangking pertama tapi tetap saja kalo guru mau umumin siapa yang mendapat rangking selalu tiba-tiba down dan gugup.

"Kepada Annisa dipersilahkan untuk naik ke stage" Ucap kepsek menggunakan mic

Semua kegugupan dalam hati kubuang dan kugantikan dengan rasa percaya diri menaiki panggung.

Segenap hati kuberikan pidato terbaikku kepada teman-teman dan guruku.

"Test...test"

"Assalamualaikum wr.wb"

"Yang saya hormati, Bapak kepala sekolah"

"Yang saya hormati, Bapak/ibu guru"

"Dan teman-teman saya cintai"

"Pertama-tama"

"Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat yang diberikanNya kepada kita, sehingga pada hari ini kita semua dapat berkumpul untuk mengikuti acara perpisahan ini"

"Tak lupa pula shalawat serta salam juga kita sampaikan pada Nabi Muhammad SAW, semoga syafaatnya akan mengalir pada kita di hari akhir"

"Bapak Kepala dan Bapak Ibu Guru, serta para teman-teman yang saya cintai, perkenalkan saya atas nama Annisa ingin menyampaikan sepatah dua patah kata pada acara perpisahan kita ini"

"Tak terasa...waktu begitu cepat berlalu, sebentar lagi Annisa akan berpisah dengan teman-teman dan Bapak/Ibu guru di sekolah ini.
Tentunya Annisa sangat sedih jika kita harus berpisah. Tapi mau bagaimana lagi semua ini demi melanjutkan mengejar ilmu.
Disekolah ini banyak sekali kenangan yang telah kita lalui bersama mulai dari eskul bersama, belajar bersama, bermain bersama, bahkan kita juga sesekali bertengkar"

"Bapak/Ibu guru tanpa kenal lelah mengajar Annisa dengan penuh kasih sayang dan disaat Annisa tidak mengerti suatu pelajaran dengan sabarnya Bapak/Ibu guru mengajarkan Annisa hingga mengerti"

"Selama tiga tahun ini, Annisa sadar bahwa Annisa sering berbuat kesalahan kepada Bapak/Ibu guru.
Oleh karena itu Annisa, Mohon Maaf sebesar-besarnya"

"Untuk Bapak/Ibu Guru, Annisa mengucapkan banyak terima kasih atas perjuangannya dalam mengajarkan Annisa berbagai hal.
Bagi Annisa, Bapak/Ibu Guru bukan hanya orang tua Annisa disekolah tapi dimanapun berada, Bapak/Ibu guru adalah orang tua Annisa "

"Dan Untuk teman-teman Annisa yang sudah lulus, mari kita berjuang bersama melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi yang sudah teman-teman inginkan untuk menggapai mimpi kita masing-masing"

"Akhir kata, saya memohon doa restu kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru, serta teman-teman semua agar setelah meninggalkan sekolah ini, kita tetap bisa membawa nama baik sekolah tercinta kita ini. Mohon maaf apabila dalam menyampaikan pidato ini ada salah kata. Saya akhiri"

"Wassalamualaikum wr.wb"

• • •

Acara berlangsung dengan lancar.
Sekarang kami sampai di segmen perpisahan.

*Btw yang tadi segmen Graduation

Di segmen ini seseorang bebas menunjukkan bakat (seni) apa yang dimilikinya.
Ada yang menari tarian tradisional sampai modern.
Ada yang bernyanyi, ngerap serta nyinden.
Ada juga yang jadi penontonnya saja, aku termasuk didalamnya.

Aku bersama dengan teman-teman yang dibagian penonton tadi kami
Tenonton teman-teman lain yang sedang unjuk bakat.
Aku duduk diam tak melakukan pergerakan sambil fokus menonton sampai tiba-tiba.

"Nisa! Sini nyanyi!" Teriak orang A

"Aku gk bisa bernyanyi!" Jawabku

Karin yang baru kelihatan batang hidungnya setelah aku cari-cari dari pagi tadi gk ketemu datang dan...

"Bohong deng! Si nisa jago banget kalo nyanyi!" Teriaknya dari jarak yang agak jauh

Setelah mendengar teriakan Karin itu orang-orang jadi memintaku untuk bernyanyi.

"Oh iya Niss bawain lagu Aisyah kan kamu suka lagu itu," Ucap orang B

Setelah dipikir-pikir mungkin ini bisa menjadi kenang-kenangan bagi teman-teman disini jadi aku mengiyakan permintaannya dan karena sebentar lagi akan acara berakhir jadi lagu yang akan aku bawakan ini sekaligus menjadi penutup acara ini.

To Be Continue...

Sebenarnya chapter ini ada videonya.
tapi pas aku mau upload ke yt kena hak cipta. udah dicoba upload lagi tetep kena, di edit sedemikian rupa mulai dari ubah suaranya, bentuk layarnya, resolusinya juga tapi tetep kena. Padahal durasinya cuma 1 menitan aja.

Jadi karena saking frustasinya aku batalin deh videonya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 06, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hijab In Love | Na JaeminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang