🌻🌻🌻🌻
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi dengan nyaring. Seluruh siswa siswi SMA Nusa Bangsa langsung berhamburan keluar kelas menuju parkiran. Namun berbeda dengan Adel dan kawan-kawan mereka keluar menuju ruang ganti. Hari ini adalah jadwal mereka untuk latihan basket.
Seperti biasanya, mereka akan berganti baju terlebih dahulu sebelum menuju lapangan. Kini mereka sudah mengganti seragam putih Abu-Abu mereka dengan seragam khas anak basket.
"Mulai hari ini kita latihannya digabung sama cowok ya?" Tanya Nadhira.
"Kata coach Rudi si gitu" Jawab Adel. Tangannya sibuk mengucir tinggi rambutnya.
"Gue seneng banget, bisa latihan sambil cuci mata liat Arga dkk" Ucap Nadhira girang bersama Rani dan Alesha. Adel hanya memutar bola matanya malas.
"Iyaa. Ehh tapi kenapa digabung?" Alesha bertanya.
"Karena bentar lagi ada turnamen, jadi biar gampang latihannya"
"Ohh" Mereka mengangguk anggukan kepala mendengar penjelasan Adel. Mereka telah sampai dilapangan outdoor SMA Nusa Bangsa. Sudah banyak anggota tim basket putra maupun putri yang berkumpul di pinggir lapangan.
"Halo neng Adel" Sapa Adit. Adel yang merasa pun langsung menolehkan kepalanya kesamping. Ia melihat Adit yang sedang duduk bersama teman-teman nya, termasuk Arga.
Sejenak ia terpana dengan penampilan Arga. Rambut berantakan, headband dikepalanya, dan seragam basket yang menampakkan otot lengan kekarnya. Adel langsung saja tersadar saat pandangan nya bertubrukan dengan Arga yang tiba-tiba mendongak.
Adel langsung mengalihkan pandangannya ke Adit dan memberikan senyum tipis sebagai jawaban atas sapaan Adit. Setelah itu Adel langsung bergabung dengan sahabatnya yang sudah duduk bersama yang lain.
"Adel cantik banget ya kalo senyum" Ucap Adit pada teman temannya.
"Ho oh, apalagi pake baju basket gitu. Keliatan beda banget" Sambung Zidan.
"Suka lo pada?" Tanya Gavin
"Kagak lah, udah ada pawangnya itu" Jawab Adit sambil melirik Arga yang sedang fokus mengikat tali sepatunya.
"Gue cuma jalanin amanah dari bang Azka" Jawab Arga datar.
"Ati ati ntar jadi cinta lho Ga" Kompor Zidan
"Bener tuh" Belum sempat menyangkal, suara tiupan peluit mengalihkan perhatian mereka.
Priittt......
Disana telah berdiri coach Rudi dengan peluit yang menggantung di lehernya. Mereka semua langsung mendekat ke arah Coach Rudi yang sepertinya akan menyampaikan pengumuman.
"Gini, berhubung sebentar lagi akan diadakan turnamen basket antar sekolah jadi saya minta kalian semua mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dengan memperbanyak latihan dan juga selalu jaga kesehatan." Jelas coach Rudi.
"Kalian masih punya waktu sekitar 3 minggu, untuk mempersiapkan nya. Jadi saya minta kalian untuk menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya" Imbuhnya.
"Coach, yang bakal ikut tanding siapa aja?" Tanya Gavin.
"Kalo untuk siapanya nanti akan saya pilih berdasarkan kemampuan bermain dalam 3 minggu ke depan" Jawab Coach Rudi yang dibalas anggukan oleh Gavin dan yang lain.
"Ada yang ditanyakan lagi?"
"Tidak Coach"
"Sekarang kalian mulai pemanasan setelah itu baru latihan. Arga, Adel kalian yang memimpin pemanasan ya" Arga dan Adel mengangguk kemudian berjalan ke depan seluruh anggota tim basket yang sudah berbaris rapi.
Arga dan Adel mulai melakukan gerakan pemanasan diikuti oleh yang lain. Sesekali mereka saling melirik lewat ujung matanya. Hal itu tentu saja disadari oleh yang lain terutama para sahabat Adel.
"Ehh, ngerasa nggak sih kalo dari tadi Arga sama Adel lirik lirikan terus" Ucap Nadhira pada Alesha dan Rani yang ada disebelah nya.
"Iya sihh gue rasa juga begitu" Timpal Rani sambil melakukan gerakan menekuk salah satu kakinya kebelakang.
" Jangan jangan mereka punya hubungan lagi"tebak Alesha. Matanya menatap Arga dan Adel yang berada di depan.
"Wahh, pokoknya kita harus sidang Adel nanti" Ujar Nadhira. Alesha dan Rani mengangguk menyetujui. Mereka melanjutkan pemanasan kembali. 5 menit berlalu akhirnya pemanasan selesai dan dilanjutkan dengan latihan.
"Oke, jadi kita akan mengulang kembali latihan dari awal. Supaya, kemampuan kalian semakin bertambah dan menjadi lebih paham lagi" Jelas Coach Rudi sebelum memulai latihan.
Untuk hari ini mereka akan berlatih melempar dan menangkap bola. Latihan ini bertujuan untuk melatih ketangkasan atau ketepatan dalam melempar maupun menangkap bola. Sebelum latihan Coach Rudi menjelaskan teknik dan cara caranya.
Mereka mulai mempraktikkan teknik teknik yang sudah diajarkan oleh Coach Rudi. Mereka berlatih dengan serius. Hingga 2 jam berlalu akhirnya latihan telah selesai. Mereka langsung bergegas meninggalkan lapangan. Ada yang berganti baju ada juga yang langsung meninggalkan lapangan.
"Gila haus banget gue" Keluh Adit.
"Salah siapa waktu istirahat tadi kagak mau minum" Ucap Zidan mendorong bahu Adit.
"Tau tuh rasain lo"
" Jangan banyak bacot, bagi minum dong Ga" Minta Adit pada Arga yang sedang melepas headband dikepalanya karena sudah basah oleh keringat.
"Ambil sendiri!" Perintah Arga. Mendengar itu Adit langsung mengambil air mineral yang masih tersisa setengah di samping Arga dan langsung meneguk nya hingga kandas.
"Ahh, leganya" Desah Adit setelah rasa haus nya menghilang.
" Langsung balik Ga?"tanya Gavin saat melihat Arga menyampirkan tas di bahu kanannya dan bangkit dari duduknya.
"Iya,gerah gue" jawab Arga sambil berjalan meninggalkan lapangan menuju parkiran diikuti teman temannya. Namun,saat mereka akan menaiki motor tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara teriakan seorang perempuan.
"ARGA TOLONGG!"
********
Haloo semua
Aku update lagi wkwk:)
Jangan lupa vote dan comment
See u next chapter ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGA (On Going)
Novela JuvenilFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!! HAPPY READING GUYS:) Arga Putra Wardana Ketua geng Ranger. Badboy nya SMA Angkasa. Cowok ganteng, hobi tawuran, suka bolos. Cowo yang suka dengan tantangan. 'Sesuatu dari dirimu menarikku untuk mendekat'- Arga Adelia N...
